Dekat dengan Anak

Beberapa waktu lalu gereja kami mengadakan seminar tentang pernikahan dan mengundang banyak orang. Beberapa jemaat dan tamu yang hadir membawa anak mereka. Agar tidak mengganggu seminar, panitia menyiapkan guru-guru Sekolah Minggu untuk melayani anak-anak. Saya dan istri turut terlibat. Meski tidak ikut seminar, direpotkan mengurus anak-anak orang lain, kami tidak keberatan. Ada sukacita yang tidak bisa diungkapkan saat bisa dekat dengan anak-anak.

Orang-orang membawa anak-anak mereka kepada Yesus, agar Yesus meletakkan tangan atas mereka dan memberkati mereka (ay. 13). Bagi para murid, hal ini membuang waktu Yesus, sehingga mereka memarahi orang-orang itu. Bagaimana perasaan anak-anak, melihat orang tuanya dimarahi murid-murid-Nya? Yesus tahu hal ini, dan Ia membereskannya (ay. 14). Yesus menghendaki para murid-Nya jangan menghalangi anak-anak, sebab mereka yang empunya Kerajaan Allah. Yesus ingin anak-anak merasakan kasih-Nya, melihat kasih itu di mata-Nya, merasakan kasih dalam sentuhan-Nya, mendengar kasih dalam suara-Nya (ay. 16). Yesus ingin dekat dengan anak-anak, dan anak-anak itu nyaman dekat dengan-Nya karena merasakan kasih-Nya.

Setiap anak penting dan berharga di mata Tuhan, karena itu marilah kita menghargai kehadiran mereka, supaya kita bisa membawanya dekat kepada Yesus. Kalau kita bisa mengasihi anak orang lain atau anak-anak yang kita jumpai dalam kesempatan tertentu, terlebih lagi kepada anak kandung kita. Buatlah anak-anak yang kita jumpai, siapa pun itu, bisa merasakan kasih Yesus. –RTG/www.renunganharian.net

SETIAP ANAK PENTING DAN BERHARGA DI MATA TUHAN.
MARI MEMBAWANYA KEPADA YESUS.