Christ is Enough

Saat menyanyikan pujian “Christ is Enough”, saya mulai mencermati liriknya yang dalam. Apa pun di dunia ini tak ada yang dapat memuaskan hasrat kita. Komitmen untuk mengikut Kristus itu sudah cukup. Hanya Kristus yang memenuhi segala kebutuhan kita. Segala kemuliaan hanya bagi Dia.

Kita dapat membaca kisah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa dalam Kejadian 3 ini. Ular memperdaya perempuan dengan mengatakan bahwa Allah melarang manusia untuk memakan buah dari semua pohon dalam taman Eden. Lalu Hawa menjelaskan kepada ular bahwa hanya satu pohon di tengah taman Eden yang tidak boleh dimakan, memakan buahnya menyebabkan kematian. Ular merayu perempuan dengan memamerkan manfaat buah tersebut, yaitu menjadi seperti Allah, mengetahui tentang yang baik dan yang jahat. Awal kejatuhan itu dimulai dengan memercayai kebohongan iblis, mengikuti godaaan mata dan lebih menaati keinginan sendiri daripada kehendak Tuhan (ay. 4-6).

Kerap kali manusia ingin jadi yang nomor satu di dunia ini. Manusia lupa bahwa seyogianya yang menjadi pusat hidup ini hanyalah Sang Pencipta saja. Christ is enough. Bila ada hal-hal yang tidak kita miliki, itu juga seizin Tuhan. Tetaplah bersyukur karena Tuhan sudah menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan. –PDS/www.renunganharian.net

JANGAN BERUSAHA MENJADI PUSAT PERHATIAN,
TETAPI BERFOKUSLAH UNTUK MEMULIAKAN SANG PENCIPTA.