Cara Pandang

Dulu dia tegas, sekarang keras dan pemarah. Dulu penuh perhatian, sekarang suka ikut campur urusan orang. Dulu tenang pembawaannya, sekarang pasif dan kurang peduli. Dulu luwes fleksibel, sekarang plinplan tak punya pendirian. Dulu hemat, sekarang pelit. Dulu murah hati, sekarang boros. Ini adalah beberapa contoh penilaian pasangan terhadap belahan jiwanya setelah beberapa tahun menikah. Waktu pacaran dipuja, setelah menikah, penilaian pun berubah semakin negatif seiring terkikisnya cinta.

Berkebalikan dengan cara kita menilai, Kristus justru bersikap dan bertindak sebaliknya. Kristus pemimpin, tetapi kasih-Nya yang besar membuat Ia mengorbankan nyawa-Nya bagi jemaat (ay. 25). Ia begitu mulia, namun Kristus justru memilih kita orang berdosa, memanggil dan membenarkan kita, bahkan menjadikan kita mulia (Rm. 8:30). Kristus tahu dan sangat menyadari akan cacat, lemah, dan kecemaran kita yang menjijikkan, tetapi Ia justru menyucikan, bahkan memandikan kita dengan air dan firman (ay. 26). Kristus menjadikan kita, jemaat-Nya, cantik tanpa cacat atau kerut apa pun laksana pengantin yang tampil sempurna di hadapan diri-Nya. Pandangan-Nya penuh kasih dan pengorbanan.

Rasul Paulus melukiskan relasi Kristus dengan jemaat menggunakan gambaran suami istri. Kita pun dapat melihat kontras perbedaan antara cara pandang yang penuh kasih dibanding dengan yang mementingkan diri. Kita diminta meneladani Kristus. Jadi, marilah kita belajar mengasihi dan milikilah cara pandang Kristus. –HEM/www.renunganharian.net

KASIHILAH SUNGGUH-SUNGGUH SEORANG AKAN YANG LAIN,
SEBAB KASIH MENUTUPI BANYAK SEKALI DOSA.-1 PETRUS 4:8