Butuh Topangan Orang Lain

Waktu itu, seluruh perkara yang terjadi di tengah-tengah Israel, Musalah yang dianggap paling mampu menyelesaikannya. Persoalan muncul ketika deretan panjang orang-orang Israel berdiri untuk menanti menghadap Musa. Tubuh siapa yang tidak lelah jika setiap hari melakukan hal seperti itu? Musa lelah, begitu pun orang-orang Israel. Yitro melihat bahwa hal itu sungguh tidak baik.

Yitro pun memberi solusi. Yitro menasihati bahwa cukuplah bagi Musa untuk mewakili persoalan orang-orang Israel itu kepada Allah. Musa harus berani mendelegasikan tugas-tugasnya itu kepada orang lain. Musa harus memilih orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, yang benci kepada suap, dan menempatkan mereka menjadi pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang, dan pemimpin sepuluh orang. Setiap perkara-perkara kecil, merekalah yang menyelesaikannya sementara Musa menyelesaikan perkara-perkara yang besar. Dengan demikian, Musa tidak akan lagi merasa lelah, persoalan lebih cepat diselesaikan, dan rakyat pun merasa puas.

Dari kisah itu kita belajar tentang pentingnya sebuah tim kerja dalam sebuah pelayanan rohani. Seorang pemimpin harus berani mendelegasikan dan berbagi tugas dengan anggotanya dan setiap anggota tim menyadari wewenang dan tanggung jawab yang harus dikerjakannya. Ya, kita butuh topangan orang lain agar pekerjaan Tuhan dapat dikerjakan dengan efisien dan baik. Kerja sama yang baik tidak saja meringankan beban tugas, namun juga membuat tubuh tidak lelah. –SYS/www.renunganharian.net

UNTUK SEBUAH PEKERJAAN TUHAN YANG BESAR,
KITA BUTUH TIM KERJA YANG KOMPAK UNTUK MENYELESAIKANNYA.