Bukan Mengubah tapi Mengalahkan

Dengan berdoa, kita mengungkapkan keluhan-keluhan akibat beban yang menindih hidup kita. Umumnya, kita berharap agar doa-doa kita mendapat jawaban dan jalan keluar. Sayangnya kita cenderung menuntut Allah mengikuti kehendak diri kita. Kecenderungan itulah yang kemudian membuat kita begitu yakin jika doa dapat mengubah segala sesuatu! Benarkah doa-doa kita selalu dijawab seperti yang kita kehendaki?

Ketika harus berhadapan dengan kesedihan dan kegentaran yang begitu hebat akibat cawan derita yang harus Ia alami, Yesus pun berdoa kepada Bapa-Nya. Kehendak diri-Nya adalah Ia meminta agar cawan derita itu dilalukan dari pada-Nya. Apakah doa itu mengubah kenyataan pahit yang akan dihadapi-Nya? Nyatanya, doa itu tidak mengubah fakta bahwa Ia harus menjalani penderitaan salib. Doa itu memang tidak membuat kesengsaraan berlalu, namun doa-Nya waktu itu memberi-Nya kekuatan sehingga Ia mampu mengalahkan segala ketakutan dan kegentaran hingga Ia mampu menyelesaikan kehendak Bapa-Nya.

Allah tentulah senang menyaksikan kepasrahan hidup diri kita dalam berdoa. Namun Allah ingin kita belajar memahami bahwa doa tidak selalu mengubah atau memberi jawaban seperti apa yang kita kehendaki. Doa yang kita ucapkan mungkin tidak mengubah fakta penderitaan yang kita alami, namun melalui doa kita beroleh kasih karunia dan kekuatan Allah. Dengan berdoa kita beroleh kekuatan untuk mengalahkan kehendak daging dan mengikuti apa yang menjadi kehendak Allah dalam hidup kita. –SYS/www.renunganharian.net

DOA ITU BERKUASA! MESKI TIDAK SELALU MENGUBAH
NAMUN DOA ITU AKAN MENGALAHKAN SEGALA SESUATU.