Bintang Sebenarnya

Sejak dulu bintang telah menjadi daya tarik bagi manusia. Manusia juga mengamati pergerakan bintang-bintang untuk meramalkan nasib mereka dalam segala hal, seperti asmara, pertemanan, keuangan, karir, usaha, dan kesehatan (Yes. 47:13). Bahkan tidak sedikit yang menyembah bintang-bintang (Am. 5:26).

Berbeda dengan orang Majus. Saat orang Majus yang ahli dalam perbintangan melihat bintang Betlehem yang spektakuler, mereka tidak menyembah bintang itu. Bintang itu menuntun mereka untuk berjalan jauh guna mencari dan menemukan Bintang sebenarnya. Mereka menemukannya dalam sosok bayi Yesus, dan mereka pun menyembah Dia.

Yesuslah Bintang Timur yang gilang-gemilang itu (Why. 22:16). Dia bintang sebenarnya yang layak disembah oleh seluruh dunia. Bintang memancarkan terang, tetapi terangnya tak dapat menyelamatkan manusia dari kegelapan dan hukuman dosa yang kekal. Sebaliknya, Yesus disebut terang hidup dan terang dunia sebab terang-Nya membebaskan manusia dari kegelapan dosa dan memberikan hidup kekal.

Sepatutnyalah kita tidak percaya lagi pada ramalan bintang. Hal itu termasuk penyembahan berhala. Bukankah jika kita melihat benda yang mengagumkan, kita akan mencari tahu siapa pembuatnya? Begitulah bintang-bintang yang mengagumkan, mereka hanya benda ciptaan yang menuntun manusia agar kagum, percaya dan bergantung pada Tuhan, Sang Pencipta Bintang. Sembahlah Sang Bintang yang sesungguhnya! –ES/www.renunganharian.net

JANGAN MEMERCAYAI BINTANG, PERCAYA PADA SANG PENCIPTA BINTANG.