Best Man Kristus

Seorang pendamping pengantin laki-laki disebut best man. Yohanes Pembaptis menempatkan dirinya sebagai bestman Kristus. Dia tidak marah ketika banyak orang datang kepada Kristus untuk dibaptis, bukan kepada dirinya. Dia menyatakan bahwa dirinya bukan Mesias, dia hanya diutus untuk membuka jalan bagi Kristus. Yohanes sadar bahwa Kristus adalah pemilik “mempelai perempuan” (gereja), bukan dirinya. Sebab itu dia menyatakan bahwa Kristus harus makin besar, dan dirinya harus makin kecil.

Seorang best man biasanya berasal dari seorang best friend, sahabat dekat yang bisa dipercaya. Sahabat yang baik bergaul erat satu sama lain, akan setia selamanya, dan tidak berkhianat. Yohanes Pembaptis bersaksi bahwa Kristus berasal dari surga. Kristus dipenuhi Roh Kudus tanpa batas, sebab Kristus itu Anak Allah (ay. 35; Yoh. 1:34). Yohanes Pembaptis juga dipenuhi oleh Roh Kudus sejak dari rahim ibunya (Luk. 1:15), tetapi ia tidak meninggikan dirinya. Dia menyaksikan Kristus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia (Yoh. 1:29). Dengan pimpinan Roh Kudus, Yohanes menyatakan bahwa Allah telah menyerahkan segala sesuatu kepada Kristus, dan Kristus yang berhak memberi hidup kekal.

Setelah selesai menjalani tugas sebagai best man Kristus, sukacita Yohanes menjadi penuh. Ketika hamba Tuhan menempatkan diri sebagai best man Kristus, memuliakan dan memasyhurkan Kristus, sukacita juga akan memenuhi jiwanya. Sebagai best man, hamba Tuhan tidak akan meninggikan dirinya, melainkan meninggikan Kristus. –JAP/www.renunganharian.net

BEST MAN KRISTUS TIDAK MENINGGIKAN DIRINYA,
DAN TIDAK MENCURI KEMULIAAN KRISTUS.