Bersyukur Lebih Dari Nebukadnezar

Nebukadnezar, raja Babel yang berkuasa dihalau dari antara manusia dan makan rumput seperti lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai rambutnya menjadi panjang seperti bulu burung rajawali dan kukunya seperti kuku burung. Raja Babel yang hebat itu direndahkan oleh Tuhan karena ia berlaku congkak, meninggikan diri dan tidak mengakui Tuhan sebagai Raja Yang Mahatinggi, dan Yang Mahakuasa. Namun, Nebukadnezar dipulihkan setelah ia dengan rendah hati dan penuh kesadaran mengakui bahwa Tuhan adalah Raja Sorga, Raja yang kekal. Ia yang dulu menyombongkan kekuatan dan kuasanya, kini dapat memuliakan Tuhan dan kembali menjadi raja.

Nebukadnezar yang telah dipulihkan berkata kepada rakyatnya: “betapa besarnya tanda-tanda-Nya dan betapa hebatnya mujizat-mujizat-Nya! KerajaanNya adalah kerajaan yang kekal dan pemerintahan-Nya turun-temurun.” Raja yang semula tidak mengakui kedaulatan Allah sebagai Raja di atas segala raja kini berubah memuji Allah dengan sukacita dan syukur. Anak-anak Tuhan sesungguhnya lebih berbahagia dari pada Nebukadnezar, karena Roh Kudus telah mencerahkan akal budi kita sehingga kita dapat mengakui bahwa Allah, Yesus Kriatus adalah Raja. Seharusnya kita lebih bersyukur dari raja Nebukadnezar, karena kita diberikan kerajaan yang tidak akan pernah tergoncang atau habis masa kejayaannya. “Karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepadaNya, dengan hormat dan takut.”

Tak ada istana megah, tak ada kendaraan mewah, tak ada uang berlimpah, tidak punya pengaruh besar, tidak punya follower. Jika seperti ini realitanya dapatkah anda bersyukur lebih dari Raja Nebukadnezar ? ( DS )

 

Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 18: 1-11; Titus 1: 1-16.

Doa: Raja Yang Mahatinggi adalah Tuhan kami, kerajaan sorga yang megah dan kekal adalah rumah kami. Trimakasih Tuhan Yesus karena Engkau membuat kami kaya lebih dari yang dapat kami bayangkan. Amin.