Berjalan dan Beserta

Dalam Mazmur 23, Daud menggambarkan Tuhan sebagai Gembala yang baik. Dalam salah satu kutipannya Daud mengatakan: “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.” Mungkin kita berpikir: “Jika Tuhan itu Gembala yang baik, mengapa ada lembah kekelaman?”

Dunia penuh dengan tantangan. Setiap saat kita mungkin dihadapkan pada masalah kesehatan, keuangan atau hubungan. Inilah yang disebut “lembah kekelaman” dalam hidup! Berita baiknya, dalam lembah kekelaman itu kita “berjalan”, bukan “tinggal” atau “berhenti”. Hal itu menunjukkan bahwa lembah kekelaman bersifat “sementara”! Ada batas kedaluwarsa bagi setiap persoalan kita. Tantangan yang kita hadapi hari ini mungkin tidak akan berarti di kemudian hari. Dan lagi, saat kita berjalan, kita tidak dibiarkan sendirian. Tuhan, Gembala yang baik, senantiasa “beserta” kita. Tuhan siap sedia menolong dan menyelamatkan kita. Inilah yang menjadi jaminan bahwa setiap persoalan, tidak peduli entah berat atau ringan, semua pasti akan terselesaikan!

Lembah kekelaman seperti apakah yang kita hadapi saat ini? Tidak perlu khawatir ataupun cemas! Yakinlah kita tidak akan selamanya ada di sana! Kita hanya berjalan melewatinya beserta Sang Gembala. Tidak ada bahaya dapat mengancam kehidupan kita selama kita berjalan bersama Tuhan. Saat persoalan datang menerpa, katakan kepada diri sendiri: “Masalahku akan berlalu. Tangan Gembalaku akan menuntunku berjalan melewati lembah kekelaman sampai akhirnya mataku melihat sinar terang.” –LIN/www.renunganharian.net

LEMBAH KEKELAMAN SEUMPAMA SATU EPISODE KEHIDUPAN
YANG AKAN KITA LEWATI BERSAMA DENGAN TUHAN.