Berdoalah…!

Doa adalah nafas hidup orang percaya. Pastinya anda setuju dengan pernyataan ini bukan? Tetapi yang menjadi pertanyaan untuk kita renungkan kembali, seberapa setianya kita berdoa kepada Tuhan, khususnya di pagi hari? Ketika membuka mata dan mendapati nafas itu masih ada, otak mulai bekerja untuk menyusun berbagai aktivitas yang harus dilakukan hari ini. Dengan sigap kaki dan tangan mulai merespon, entah dengan cepat membuka HP untuk membalas pesan, atau segera berlari ke dapur untuk mempersiapkan makanan bagi keluarga, ataupun segera mandi dan bersiap untuk bekerja. Sepertinya kita begitu terburu-terburu setiap harinya seperti ada yang mengejar, sehingga membuat kita sering lupa untuk duduk sejenak menyapa Sang Pencipta untuk mengucapkan ‘terima kasih’.

Memang jam doa tidak selalu di pagi hari, tidak juga ada batasan waktu yang Tuhan beri untuk berdoa. Justru ini yang harusnya mengingatkan kita bahwa berdoa harus dilakukan setiap saat, mulai dari bangun pagi sampai malam tiba, bahkan ketika tengah malam sekalipun. Pemazmur memiliki kebiasaan berdoa di pagi hari. Ketika terbangun yang pertama dilakukannya adalah berseru kepada Tuhan dan menghaturkan persembahan. Bukan berarti ia tidak memiliki pekerjaan yang penting. Kita tentu bisa bayangkan sibuknya Daud sebagai seorang raja. Namun, ia tetap mengutamakan Tuhan diantara berbagai kesibukannya. Setelah itu ia dapat menunggu karya-karya Allah yang ajaib sambil ia melakukan kesibukannya setiap hari.

Paulus juga mengingatkan jemaat di Efesus untuk tekun berdoa setiap waktu sebagai salah satu upaya berjaga-jaga atas berbagai godaan si jahat. Berdoa harus dilakukan terus menerus dan dengan tekun di semua waktu seperti seorang yang bernafas, tidak akan berhenti kecuali ia sudah mati. Sebagai refleksi hari ini, mari kita mulai lagi kebiasaan untuk berdoa. Selama ini mungkin kita lebih banyak memakai waktu kita di depan HP dan mengerjakan banyak hal, sekarang mari kita tambahkan waktu kita untuk Tuhan. Dia menantikan kita untuk sekedar menyapa dan mengucapkan terima kasih atas berkat dan penyertaanNya. Seperti seseorang yang rindu disapa dan berkomunikasi dengan kekasihnya, demikian juga dengan Allah yang selalu menantikan kita. Sudahkah anda menyapa Allah pagi ini di dalam doa? ( A3P )

 

Bacaan Alkitab: Yehezkiel 11: 14-20; 1 Timotius 6:11-16

Doa: Bapa, kami bersyukur atas hari yang baru dan nafas hidup yang masih Engkau berikan. Sertailah kami dalam menjalankan seluruh aktifitas hari ini di dalam berkat-berkatMu yang cukup. Terpujilah namaMu selamanya. Amin