Berani Menyerahkan

Cepat atau lambat, setiap orang tua pasti akan mengalami peristiwa ini: berpisah dan melepaskan anak-anaknya. Ketika anak-anak beranjak dewasa, maka peran orang tua pun berganti. Usia dewasa telah menjadikan mereka mandiri dan dapat mengambil sebuah keputusan bagi jalan hidupnya. Bagi sebagian besar ibu, perpisahan dengan seorang anak tentu meninggalkan sebuah kesan mendalam: sedih, takut dan khawatir!

Situasi yang dialami Yokhebed (Bil. 26:59) jauh lebih menyedihkan. Tentu saja ia tidak akan rela jika bayinya dibuang ke sungai Nil oleh tentara Mesir. Yokhebed pun berupaya menyelamatkan bayinya. Mungkinkah? Tuhan memberinya hikmat! Dibuatnya sebuah keranjang kecil, tempat bagi bayi itu untuk kemudian dihanyutkannya di sungai Nil. Yokhebed sadar ia harus berpisah dengan bayinya itu. Sedih, tapi ia harus melakukannya. Meski kemungkinan bayi itu selamat kecil, tetapi imannya tetap berharap bahwa Tuhan pasti menjaga bayi itu. Imanlah yang mendorong Yokhebed untuk berani menyerahkan apa yang paling berharga dalam hidupnya kepada Tuhan!

Jika kita memiliki iman untuk menyerahkan dalam tangan Tuhan, maka kita tidak akan takut ketika kita harus melepas anak-anak kita dalam jalan Tuhan yang ditunjukkan bagi mereka. Iman tidak akan pernah membuat hati kita ragu dan khawatir. Iman menjadikan kita berharap bahwa Tuhan pasti melindungi dan menjaga mereka. Belajarlah untuk menerima kenyataan bahwa suatu hari nanti orang tua harus membiarkan anaknya pergi dan percaya bahwa mereka aman di tangan Tuhan. –SYS/www.renunganharian.net

KETIKA KITA MENYERAHKAN SEGALANYA DALAM TANGAN TUHAN,
KITA PERCAYA YANG TERBAIK PASTI AKAN TERJADI.