Berani Bersaksi

Bagi beberapa gereja atau jemaat, menyampaikan kesaksian sudah menjadi hal yang biasa, baik itu dalam ibadah Minggu maupun kebaktian-kebatian rumah tangga, atau persekutuan- persekutuan katagorial. Ada yang bersaksi tentang kesembuhan, tentang terbebas dari jerat hutang, tentang keluarga yang dipulihkan, tentang usaha yang terus untung dan masih banyak lagi. Kenapa kita harus bersaksi? Dalam Yesaya 44: 8 , Tuhan Allah berfirman.

“Janganlah gentar dan janganlah takut, sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksiKu.” Jadi jelas mengapa kita harus bersaksi, karena kita adalah saksi-saksi Allah yaitu orangorang yang menerima langsung pengampunan dan penebusan dari Allah melalui Tuhan Yesus Kristus, orang-orang yang mengalami, melihat dan merasakan langsung kebenaran firman dan kasih Allah. Sebagai saksi-saksi Allah, ke dua belas murid-murid Tuhan Yesus pun diajarkan untuk bersaksi, memberitakan segala sesuatu yang mereka dengar dari Roh Kudus. Tuhan Yesus berkata kepada mereka: “Apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.” Ini berarti memberitakan dengan berani meskipun ada konsekuensi yang harus dihadapi.

Terkadang kita masih takut, atau malu untuk bersaksi. Takut membuat orang lain tersinggung, apalagi yang berbeda keyakinan dengan kita. Takut untuk dikatakan terlalu rohani, atau malu karena merasa peristiwa yang kita saksikan biasa-biasa saja, tidak spektakuler. Dalam bersaksi, yang terpenting bukanlah cerita yang membuat orang kagum, dan terheran-heran, tetapi ketulusan hati yang sungguh merasakan kasih dan kuasa Tuhan. Bersaksi bukanlah kesempatan untuk menyombongkan kerohanian kita, bukan juga untuk merendahkan orang lain, tapi hanya memberitakan kebenaran firman dan kasih Kristus yang kita terima. Bersaksi bisa kita lakukan di antara saudara seiman, dan juga kepada mereka yang belum mengenal Kristus. Selama kita menceritakan kasih dan kebenaran firman Tuhan, dengan rendah hati dan tulus, kita tidak perlu takut dan malu untuk bersaksi. Terlebih karena ada Roh Kudus yang akan selalu menolong kita untuk bersaksi tentang Kristus. ( DS )

 

Bacaan Alkitab: Yohanes 20: 19- 23; 1 Korintus 12: 4-11; Mazmur 150

Doa: Roh Kudus, ini kami, perlengkapi dan beri kami keberanian untuk terus bersaksi tentang Kristus. Amin.