Berani Berbuat Lebih

Indonesia sering disebut sebagai negara yang beragama. Namun, di negara yang beragama ini dapat dilihat ada begitu banyak macam kejahatan dan pelanggaran hukum. Kenyataan ini menunjukkan bahwa agama dan pengetahuan akan Tuhan tidak menjamin seseorang pasti baik dan melakukan yang benar sesuai perintah Tuhan. Hal inilah yang ditunjukkan oleh umat Allah pada zaman nabi Yesaya.

Umat Allah yang menjadi pemimpin dan kaya, mereka melakukan penindasan sosial. Umat Allah yang menjadi tuan tanah, mereka menyita harta yang digadaikan oleh sesama bangsa dan sesama umat Allah. Mereka memaksa orang menjual tanah dengan tujuan untuk memperluas halaman rumah mereka, atau menambah asset mereka. Tidak ada lagi kasih, bahkan di antara sesama umat Allah. Karena itu, Allah memperingatkan mereka dengan keras, “celakalah mereka yang menyerobot rumah demi rumah dan mencekau ladang demi ladang, sehingga tidak ada lagi tempat bagi orang lain dan hanya kamu sendiri yang tinggal di dalam negeri.” Tidak hanya dalam kehidupan sosial, dalam kehidupan berjemaat pun umat Allah juga saling ribut, saling rebut dan menjatuhkan. Seperti yang terjadi di jemaat Korintus. Keangkuhan, menganggap diri paling benar, haus popularitas dan pengakuan diri, membuat umat Tuhan mengabaikan kesatuan yang dimiliki di dalam Roh Allah. Saudara seiman dilihat sebagi musuh dan saingan, atau bahkan dipandang sebagi orang yang merepotkan dan menjatuhkan ‘image”/ harga diri gereja.

Sebagi umat Tuhan hendaknya kita tidak hanya berhenti pada sebatas ber-agama Kristen dan memiliki pengetahuan tentang Tuhan. Allah telah memberikan Roh-Nya yang kudus untuk tinggal di dalam diri setiap orang percaya, Roh Kudus di setiap jemaat/ gereja. Ini berarti Allah menginginkan kita untuk melakukan hal yang lebih dari sekedar ber-agama dan tahu tentang Tuhan. Tuhan ingin agar kita lebih tekun dalam mengerjakan kebenaran yang sesuai firman Tuhan, berjuang lebih untuk mengendalikan segala bentuk nafsu ketamakan, berbuat lebih untuk mengalahkan segala niat jahat yang muncul dalam diri kita. Memang kita sebagai manusia terbatas, tetapi Roh Tuhan tidak terbatas. Roh Tuhanlah yang memampukan kita untuk bisa dan berani berbuat lebih dalam mengikut Tuhan. Karena Allah berfirman kepada kita: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman Tuhan.” ( DS )

 

Bacaan Alkitab: Yohanes 14: 15-19 (20-23a) 23b-27; Kisah Para Rasul 2: 1-21; Efesus 1: 3-14

Doa: Ya Roh Kudus teruslah berkuasa dan berkarya dalam hidup dan pelayanan kami. Amin