Belajar Arti Kesabaran

Saya kagum dengan kesabaran seorang teman yang harus menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan. Terlebih saat menaiki tangga saat bekerja. Selain harus perlahan-lahan, ia juga harus bersabar melakukannya. Saya semakin menyadari akan kesabarannya ketika suatu kali mengalami cedera punggung, sehingga ketika harus naik turun tangga harus dengan perlahan-lahan. Hebatnya lagi, teman saya jarang menampakkan raut muka murung saat naik turun tangga. Setidaknya itulah yang saya lihat saat tak sengaja berpapasan atau bertemu dengannya di tangga kantor.

Belajar arti kesabaran dapat kita peroleh dari mana saja. Terkadang Tuhan melatih kita lewat pengalaman pribadi, tetapi kita juga bisa belajar dari pengalaman hidup orang lain. Nas renungan hari ini jelas mengingatkan kita mengenai kesabaran, yang menjadi salah satu wujud kasih Allah berdiam dalam diri kita. Seorang percaya yang mengaku dirinya memiliki kasih, perlu bertumbuh dalam kesabaran dengan pertolongan Roh Kudus. Mengenai kesabaran, kita bisa belajar dari kesabaran Allah juga, yang terpapar jelas dalam banyak kisah yang dapat kita baca di Alkitab. Ya, kita punya “bahan” melimpah tentang hidup dalam kesabaran untuk dapat kita terapkan dalam kehidupan keseharian!

Bila dibandingkan 5-10 tahun silam, apakah kita cenderung lebih sabar atau malah sebaliknya, menjadi lebih tidak sabaran? Kiranya renungan hari ini dapat kembali mengobarkan semangat kita untuk bertumbuh dalam kesabaran, termasuk dalam menantikan jawaban doa-doa kita. –GHJ/www.renunganharian.net

KEHIDUPAN YANG DIJALANI DENGAN SABAR
AKAN TERASA LEBIH RINGAN UNTUK DIJALANI.