Awet Muda?

Presiden ke-33 Amerika Serikat, Harry S. Truman, pernah berkata, “Tidak semua orang yang gemar membaca adalah seorang pemimpin, tetapi seorang pemimpin sudah pasti orang yang gemar membaca.” Kebenaran dari pernyataannya ini pertama-tama sangat berlaku atas dirinya. Berbeda dengan pendahulunya yang memang bergelar akademis, dirinya ialah seorang autodidak yang tekun-kutu buku tulen yang tak pernah berhenti belajar.

Untuk seorang penginjil pada zamannya, Paulus terbilang cendekia. Pengetahuannya tentang agama Yahudi tak perlu diragukan. Pengenalannya akan filsafat Yunani mengesankan. Pemahamannya akan kekristenan amat mendalam. Tetapi dirinya tak pernah berhenti belajar. Membaca sudah menjadi bagian yang menyatu dengan aliran darahnya. Bahkan ketika ia sadar akan ajalnya yang kian mendekat dalam penjara kota Roma, kerinduannya untuk membaca-terutama gulungan Kitab Suci tertulis di atas kulit binatang (perkamen)-tak pernah pupus (ay. 13). Ia terus menulis sebab ia juga tak henti-hentinya membaca-hingga menjelang akhir hidupnya.

Telah banyak dibuktikan, bahwa orang yang tidak berhenti untuk belajar hidupnya lebih bergairah. Pikirannya tetap jalan, daya ingatnya tak mudah menurun. Kreativitasnya tidak terhentikan. Wawasannya kian luas. Lebih luwes bergaul karena tak ketinggalan jaman. Imannya pun bertumbuh sehat, jauh dari sekedar fanatisme buta belaka. Bukankah tugas seorang murid Kristus ialah belajar? Jadi, teruslah belajar dan membaca! Kita akan dicengangkan oleh manfaatnya. –PAD/www.renunganharian.net

BARANG SIAPA BERHENTI BELAJAR IA SUDAH TUA, TAK PEDULI IA BERUSIA 20
ATAU 80. JIKA SESEORANG TERUS BELAJAR IA AWET MUDA.-HENRY FORD