Anugerah Keselamatan

Konsep iman Kristen tentang keselamatan sulit dimengerti oleh nalar. Mengapa orang beriman diselamatkan padahal mereka orang berdosa? Orang yang beriman kepada Yesus Kristus diselamatkan berdasarkan anugerah Tuhan semata, sedangkan orang Israel yang mengejar kebenaran, justru tidak memperoleh kebenaran itu? Bagi Paulus jawabannya terletak pada iman.

Sedangkan Israel terus giat mengejar kebenaran berdasarkan kriteria mereka sendiri. Mereka mengira dengan giat beribadah, tekun menjalankan hukum Taurat, serta hidup saleh, mereka akan mendapatkan keselamatan dan pembenaran dari Allah. Mereka keliru, karena keselamatan bukan berdasarkan usaha dan perbuatan baik manusia, melainkan karena anugerah Allah dan oleh iman kepada Kristus. Konsep keselamatan melalui iman dan berdasarkan anugerah ini, bagi orang Yahudi merupakan suatu konsep yang sulit diterima sehingga mereka pun menolak Yesus. Setiap orang harus mengambil sikap dan keputusan ketika berhadapan dengan Yesus Kristus, apakah percaya atau menolak Dia?

Keselamatan tidak dapat kita peroleh melalui segala usaha dan perbuatan baik kita, melainkan melalui iman berdasarkan anugerah Allah. Oleh karena itu, marilah kita menyambut anugerah itu dengan percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita. Pertanyaannya apakah yang harus kita perbuat sebagai orang yang diselamatkan? Kita harus seperti Paulus, turut berdoa dan memberitakan kabar baik ini bagi orang lain yang belum percaya agar mereka mau membuka hati, bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus. –ENO/www.renunganharian.net

ORANG BERDOSA TIDAK MUNGKIN BISA DISELAMATKAN
MELALUI PERBUATAN BAIK SEMATA.