Anak Manusia

Anak Manusia (Bar Enosh) atau Anak Adam (Ben Adam) mengandung makna tidak sempurna dan cenderung melakukan hal yang buruk. Yesus dalam beberapa nubuatan disebutkan sebagai Anak Manusia, bahkan Yesus sendiri menyebut diri-Nya Anak Adam. Namun sebutan Yesus sebagai Anak Manusia bukan berarti Ia tidak sempurna melainkan mengandung makna kesetaraan, memperlakukan sesama manusia seperti diri sendiri.

Kita juga disebut sebagai Ben Adam atau Bar Enosh. Itu berarti bahwa kita tidak sempurna. Karena itu kita tak boleh menghakimi, merendahkan atau menghina martabat sesama manusia. Mungkin kita memiliki kelebihan seperti: lebih kaya, lebih pintar, lebih berpengaruh, lebih penting, lebih terhormat, dan lain-lain. Atas alasan itu kemudian kita merasa lebih istimewa, lebih berharga, lebih berjasa dan lebih terpandang. Namun apakah kita melebihi yang Kristus miliki? Ataukah prestasi kita melebihi prestasi yang Yesus telah raih? Tak ada yang bisa melampaui-Nya.

Jika Kristus yang Mahakuasa dan Mahasempurna menyebut diri-Nya Ben Adam dan Bar Enosh, bagaimanakah dengan kita? Ia berkuasa, suci dan sempurna tetapi menyamakan diri-Nya dengan pendosa. Ia yang adalah Raja dan Penguasa semesta tetapi menjunjung tinggi kemanusiaan. Ia membela yang tertindas, mengangkat yang direndahkan, merangkul yang tersisih dan menguatkan yang lemah. Kita adalah Ben Adam dan Bar Enosh yang hina dan memiliki banyak kekurangan. Karena itu hargailah semua orang dan perlakukan siapa pun seperti kita ingin diperlakukan. –PRB/www.renunganharian.net

MEREKA YANG MENGAKU MENGASIHI ALLAH TAK AKAN MEMBENCI
MAKHLUK YANG SERUPA DENGAN ALLAH YAITU MANUSIA.