Allah Bukan Pelupa

Seringkali ada kalimat candaan yang diucapkan kepada kita ketika kita melupakan sesuatu. Kalimat itu adalah: ini pasti karena faktor “U”. Kadang-kadang ketika mendengar kalimat candaan itu kita akan tertawa akan tetapi setelah itu kita akan berkata: benar juga ya karena faktor “U”. Manusia sering lupa pada janji yang diucapkannya, baik kepada manusia maupun janji kepada Tuhan. Ketika manusia menjadi pelupa maka salah satu konsekuensi adalah manusia melakukan kesalahan yang berulang-ulang.

Dalam kitab Amsal, nasehat bagi orang benar adalah agar mereka tidak lupa melakukan hak orang lemah. Mungkin pertanyaan yang mendasar adalah mengapa hak orang lemah tidak boleh dilupakan? Salah satu kecenderungan manusia ketika telah mengalami keberhasilan dan kesuksesan dalam hidup adalah menindas yang lemah. Kelemahan orang lain akan dijadikan sebagai pijakan untuk meraih apa yang diinginkan. Orang lemah tidak memiliki kemampuan untuk melawan ketika mereka diperlakukan tidak adil, ketika mereka ditindas atau dianiaya bahkan ketika hak mereka dirampaspun mereka tidak mampu untuk berbuat lebih. Jadi hak terbaik yang dapat dilakukan oleh orang benar tidak hanya mengetahui hak orang lemah tetapi juga membela hak mereka.

Tindakan membela hak orang lemah menurut penulis kitab Ibrani adalah sama seperti melakukan untuk nama Tuhan. Karena itu Allah memperhitungkannya sebagai sebuah kebenaran. Allah tidak mungkin melupakan semua hal baik yang manusia lakukan terhadap sesamanya dengan tujuan untuk memuliakan namaNya. Allah Bukan Pelupa. Ia adalah pribadi yang Maha Adil, yang melihat secara detail motivasi dan tindakan manusia ketika melakukan kebaikan kepada sesama. Catatan penting yang disampaikan penulis Ibrani kepada kita adalah membela hak orang lemah merupakan tindakan kasih dan pelayanan yang memuliakan Allah. Tindakan kasih dan pelayanan adalah bukti bahwa kita bukan umat pelupa. Faktor ‘U’ tidak boleh menjadi alasan seseorang menjadi lupa melakukan kebaikan terhadap sesama. Allah pasti ingat untuk membalas semua kebaikan yang kita lakukan kepada sesama. ( FAO )

 

Bacaan Alkitab: Markus 9: 14-29; 1 Timotius 5: 3-16

Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar kami tidak lupa melakukan kebaikan bagi sesama sebagai wujud syukur kami atas kebaikanMu. Amin.