Alkitab Gadis Kecil

Saat ini sangat mudah memperoleh Alkitab. Ada di berbagai toko buku, juga berbagai versi elektronik dan dapat diunduh di telepon genggam. Itu semua berkat adanya Lembaga Alkitab, yang menerjemahkan dan menerbitkannya dalam berbagai bahasa. Namun di balik semua ini, ada perjuangan gadis kecil yang perlu kita tahu.

Mary Jones lahir dalam keluarga sederhana di Inggris, 16 Desember 1784. Sejak kecil, ia rajin ke gereja bersama orang tuanya. Ia selalu terpesona mendengar berbagai kisah Alkitab. Ia pun ingin memilikinya. Tapi saat itu, Alkitab sangat jarang dan sangat mahal. Ayahnya tidak mampu membelinya. Lalu sejak umur 9 tahun, Mary beternak ayam, juga mengerjakan banyak hal dengan membantu tetangga-tetangganya dan upahnya ia tabung. Setelah 6 tahun, uangnya cukup untuk membeli Alkitab. Ia berjalan kaki sejauh 40 kilometer untuk bertemu Tuan Charles, sang penjual Alkitab. Perjuangan Mary membuat Tuan Charles terharu. Ia pun membagikan kisah Mary kepada teman-temannya dan mereka bertekad untuk mendirikan suatu lembaga yang dapat menyediakan Alkitab agar orang-orang lebih mudah memperoleh Alkitab. Inilah kisah di balik berdirinya Lembaga Alkitab di Inggris, juga di berbagai negara lain, termasuk di Indonesia.

Kisah Mary ini membuat saya tertegur. Betapa mudahnya saya mendapatkan Alkitab, tetapi betapa kurangnya rasa haus untuk membaca dan merenungkannya. Padahal kita mengerti bahwa firman-Nya berkuasa menuntun dan memelihara hidup kita di jalan yang benar. –HT/www.renunganharian.net

ALLAH TELAH MENGUNGKAPKAN ISI HATI-NYA MELALUI ALKITAB.
KIRANYA KITA TEKUN MENYELIDIKINYA DENGAN PENUH CINTA.