Aku Berharga

Gagal ujian. Tidak naik kelas. Kena PHK. Usaha bangkrut. Tidak punya harta benda. Suami tidak lagi sayang. Teman menjauh. Masih banyak lagi hal yang dapat menimbulkan perasaan menjadi seorang yang tidak berarti dan tidak berharga. Lalu hanya bisa mengeluh, mengeluh dan mengeluh. Merasa sebagai orang yang paling malang sedunia. Malas untuk bangkit dan berbuat sesuatu, pasrah dan akhirnya benar-benar kalah.

Firman Tuhan kepada Yesaya menyatakan bahwa Dialah yang telah menciptakan bangsa Israel yang saat itu sedang berada di tengah situasi pembuangan. Firman yang memberikan penghiburan, harapan dan kekuatan. Dia mengenal bangsa itu dengan karib, menyertai selama perjalanan menuju tanah perjanjian, dan mengasihi mereka dengan luar biasa. Mereka berharga di mata Tuhan. Ini menjadi penguatan bagi bangsa Israel dalam keterpurukan mereka di pembuangan. Ada kekuatan baru, ada semangat baru, dan harapan di dalam Tuhan. Bahkan, terutama dalam janji pemulihan yang Tuhan sendiri sampaikan, yaitu janji akan menghimpun mereka kembali (ay. 5).

Keadaan terpuruk memang dapat menyebabkan hilangnya sukacita, kebahagiaan bahkan damai sejahtera di dalam hidup sehingga merasa menjadi orang gagal dan tidak berharga. Firman Tuhan mengingatkan bahwa Tuhan selalu melihat kita berharga di mata-Nya. Kita tidak akan pernah disia-siakan-Nya, sebaliknya justru dicintai-Nya dengan luar biasa. Bukankah hal ini harusnya menguatkan dan memampukan kita untuk bangkit lagi dan untuk tetap berusaha melakukan apa yang terbaik yang dapat dilakukan, serta percaya Tuhan memberkati? –AAS/www.renunganharian.net

BERDIRILAH DI DEPAN CERMIN DAN KATAKAN “AKU BERHARGA DI MATA TUHAN”
DAN BERHENTI MENGELUH. TUHAN ALLAH ITU BAIK KEPADA KITA.