Air Tuba Dibalas Air Susu

Tidak ada yang salah dengan judul di atas! Ada kutipan kata-kata bijak dari seorang yang tidak dikenal (anonim) yang mengatakan, “Hiduplah seperti pohon yang lebat buahnya dan tumbuh di tepi jalan. Dilempar orang dengan batu, dibalasnya dengan buah.” Pilihan hidup seperti inilah yang sesungguhnya Tuhan kehendaki dari kita semua.

Paulus menulis kepada jemaat di Roma yang sedang menghadapi situasi kebencian oleh karena iman mereka kepada Kristus, untuk tidak pernah membalas kejahatan yang mereka terima dengan kejahatan lagi. Jemaat Roma justru harus melakukan apa yang baik kepada semua orang, dan berusaha untuk hidup dalam perdamaian dengan semua orang (ay. 18). Meskipun disakiti, dihina atau dianiaya, jemaat tidak boleh menuntut balas. Tuhan sendiri yang akan berperkara dalam hal ini dan menyatakan keadilan-Nya. Tuntutan bagi jemaat adalah supaya mereka mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.

Seberapa sering kita dibenci dan dimusuhi oleh karena iman kepada Tuhan Yesus? Seberapa sering kita sudah berbuat yang baik kepada seseorang, tetapi justru balasannya, ia menyakiti hati kita? Ingin kita balas? Mungkin sempat terselip rasa itu! Tetapi Firman Tuhan mengingatkan supaya jangan membalas kejahatan, apa pun bentuknya, dengan kejahatan lagi. Hal ini membuat kita tidak berbeda dengan orang yang jahat itu. Hanya, jangan diamkan kejahatannya terus berlangsung. Kalahkanlah dengan melakukan selalu kebaikan kepada orang yang telah menyakiti kita dan kebaikan kepada semua orang. Pilihan hidup adalah hidup dalam perdamaian dengan semua orang. –AAS/www.renunganharian.net

BILA AIR TUBA DIBALAS AIR TUBA, APA BEDANYA KITA DENGAN DUNIA.
LAWANLAH KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN.