Agar Tidak Tersesat

Ajaran sesat sering terjadi di dalam jemaat-jemaat awal yang dirintis oleh Paulus. Jemaat di Efesus sendiri sedang menghadapi para penyesat yang melarang orang kawin dan makan makanan yang diciptakan oleh Allah. Kondisi ini menjadi tekanan besar bagi jemaat maupun bagi Timotius sebagai pemimpin jemaat di Efesus.

Dalam bagian ini Paulus memberikan beberapa hal penting yang dapat menolong Timotius untuk menghadapi ajaran sesat. Pertama, memahami pokok-pokok iman di dalam Kristus. Kedua, menjauhi hal-hal tidak penting yang jauh dari kebenaran. Ketiga, beribadah atau mempunyai relasi yang erat dengan Allah dalam penyembahan dan doa. Keempat, mempunyai kesaksian hidup yang baik dengan menjadi pelaku firman Allah. Kelima, tetap bertekun dalam membaca Kitab Suci dan mengajar, sehingga sungguh-sungguh memahami kebenaran dan kehendak Allah. Keenam, menggunakan karunia yang diberikan Allah untuk mengerjakan tugas pelayanannya. Dan ketujuh, selalu berjaga-jaga dengan jalan mengawasi dirinya dan ajarannya agar tetap sesuai kebenaran. Semua itu menolong Timotius untuk tetap teguh dan dapat menolong jemaat untuk melihat kebenaran dan hidup di dalamnya.

Dunia yang semakin jahat terkadang memengaruhi dan menyeret kita mengikuti jalannya. Bagaimana kita bisa bertahan? Marilah kita mempunyai relasi pribadi yang erat dengan Tuhan dan bersedia memahami lebih dalam kebenaran firman-Nya. Firman-Nya akan memampukan kita membedakan apa yang baik dan yang jahat sehingga kita tidak akan terseret dan tersesat. –ANT/www.renunganharian.net

FIRMAN-NYA MENOLONG KITA HIDUP BENAR DALAM DUNIA YANG SESAT.