Terima Kasih Tuhan

Ketika keadaan baik, mudah bagi kita bersyukur kepada Tuhan. Tapi ketika dihadapkan pada kondisi yang tidak enak, masihkah kita bisa bersyukur kepada- Nya? Yesus beberapa kali dihadapkan pada kondisi yang sulit tapi saat itu Dia malah bersyukur. Salah satu contohnya adalah ketika Dia hendak membangkitkan Lazarus. Keadaan saat itu benar-benar tidak enak bagi Yesus. Hati-Nya sedih karena sahabat-Nya meninggal, di saat yang sama massa mulai kasak-kusuk meragukan kuasa-Nya. Tekanannya luar biasa.

Namun, di tengah-tengah situasi yang menekan itu, Yesus malah mengucap syukur kepada Allah Bapa. Perkataan pertama-Nya sebelum menyuruh Lazarus keluar adalah “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu….” Kenapa Yesus bisa bersyukur di saat itu? Karena Dia tahu Allah akan bertindak dengan kuasa-Nya. Dia memiliki keyakinan bahwa Allah Bapa sanggup bekerja dalam keadaan apa pun untuk mendatangkan kebaikan. Kepercayaan inilah yang membuat Yesus mampu bersyukur walaupun pada saat itu mukjizat belum terjadi.

Apakah saat ini kita juga menghadapi masalah? Apakah masalah ini membuat kita sukar mengucap syukur? Jangan salah, kita tidak mensyukuri masalahnya, tapi kita mensyukuri peran Allah dalam masalah yang kita alami, sekalipun saat itu sepertinya belum ada jalan keluar. Ucapan syukur tidak akan membuat kita serta-merta mendapat mukjizat, tapi setidaknya bisa membuat iman kita tetap kuat menantikan jawaban dari Tuhan. –DP/www.renunganharian.net

BERSYUKURLAH BUKAN KARENA MASALAHNYA
TAPI KARENA ALLAH AKAN BEKERJA DALAM MASALAH KITA.