Setelah Pertobatan

Beberapa misionaris naik kapal ke Afrika. Selain mereka, ternyata ada juga beberapa perompak yang mencuri harta penumpang tanpa ketahuan selama beberapa hari. Para misionaris itu memberitakan Injil pada penumpang kapal satu per satu, termasuk para perompak. Berita Injil menggelisahkan hati para perompak itu. Saat sadar akan dosa, mereka mulai mengembalikan barang-barang curian kepada pemiliknya. Mereka bertobat dari dosa dan berkomitmen hidup dalam kebenaran.

Kebenaran sejati itu nyata ketika Yesus Kristus datang ke dalam dunia (ay. 14) dan membawa terang sehingga setiap orang ditelanjangi dosanya karena terang itu telah hadir. Kehadiran Yesus dalam diri setiap orang yang dulunya tinggal dalam gelap menyingkapkan bahwa ada pengharapan baru bagi setiap orang yang ditentukan menjadi milik-Nya dan dengan kesungguhan hati menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Bagi mereka yang percaya diberi-Nya kuasa untuk menjadi anak-anak Allah (ay. 12). Menjadi anak anak Allah berarti memberi hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus, yaitu hidup sesuai dengan firman-Nya, bukan lagi hidup menuruti keinginan daging.

Sudah berapa lamakah kita ikut Tuhan? Bagaimana perubahan hidup yang selama ini kita alami? Menjadi anak-anak Allah itu tidak hanya berhenti pada pembenaran yang kita terima saat kita berkeputusan mengikuti Yesus, tetapi juga mencakup proses kita terus menguduskan diri untuk serupa dengan Dia dan sifat-sifat-Nya setelah kita bertobat. –YDS/www.renunganharian.net

SETELAH BERTOBAT, APAKAH KITA TERUS
BERKOMITMEN HIDUP BENAR DAN KUDUS?