Pelangi Sehabis Hujan

Setiap melihat pelangi saya selalu ingat akan kisah yang berakhir dengan bahagia. Kisah yang menyisakan delapan orang selamat dari air bah lantaran langkah iman dalam mengerjakan perintah Tuhan. Keselamatan Nuh dan keluarganya menampilkan satu babak kehidupan bahwa di ujung dukacita ada sukacita.

Peristiwa kenaikan Yesus adalah kisah pelangi kehidupan yang tak kalah indahnya. Kemilau warna yang melekat pada diri-Nya memancarkan kemuliaan yang tiada tara. Namun, di balik kecemerlangan hidup Yesus tersimpan fakta penolakan, penghinaan, dan penyesahan yang berujung pada kematian-Nya di atas kayu salib. Bahkan, ada usaha untuk menutup-nutupi fakta kebangkitan Kristus yang berimplikasi serius terhadap figur Yesus sebagai Tuhan hingga hari ini.

Kini, Yesus telah duduk di sebelah takhta Allah (ay. 2). Kegemilangan hidup-Nya menjadi teladan yang menginspirasi banyak orang. Melalui hidup-Nya, Yesus berusaha mengomunikasikan kepada kita tentang kemuliaan yang tersedia di ujung penderitaan yang harus kita alami sebagai anak-anak-Nya.

Pelangi tidak pernah bisa dilepaskan dari hujan. Kemuliaan hidup yang kelak akan kita nikmati tidak akan pernah ada tanpa penderitaan karena salib Kristus. –EML/www.renunganharian.net

LANGKAH IMAN AKAN MENUNTUN KITA MENIKMATI JANJI-NYA
BAHWA AKAN SELALU ADA PELANGI SEHABIS HUJAN.