Orang Percaya Baru

Ibu muda itu adalah satu-satunya pengikut Kristus dalam keluarganya. Ketika mertuanya meninggal, ia bergumul karena harus ikut sembahyang memuja arwah nenek moyang sesuai kepercayaan keluarga suaminya. Ia meminta kami berdoa agar Tuhan memberinya hikmat dan jalan keluar. Lalu, keluarganya melarangnya ikut dalam upacara itu karena ia sedang hamil. Dalam iman mereka, perempuan yang mengandung tidak dibolehkan mengikuti acara demikian.

Setelah Naaman, panglima Raja Aram disembuhkan secara ajaib dari kustanya, ia sungguh-sungguh percaya kepada Allah Israel (ay. 15). Ia berkomitmen untuk tidak lagi menyembah ilah lain selain Tuhan (ay. 17). Namun, karena jabatannya, ia harus masuk ke kuil Rimon dan turut sujud di sana ketika Raja Aram beribadah. Naaman memohon pengampunan Tuhan akan hal itu, dan nabi Elisa tidak memberikan petunjuk khusus soal itu. Alkitab pun tidak mencatat bagaimana kehidupan iman Naaman selanjutnya.

Orang-orang yang baru percaya Kristus sering diperhadapkan dengan pilihan-pilihan sulit dalam menghidupi iman mereka sehari-hari. Faktor budaya dan agama sebelumnya menjadi pergumulan besar bagi mereka. Karenanya, mereka-dan kita juga-sangat perlu bergantung pada pimpinan Tuhan, sehingga dapat bertindak tepat tanpa terjerumus pada sinkretisme dan kemunafikan, serta agar tidak menjadi sandungan bagi orang lain. Sungguh diperlukan hikmat Allah dalam situasi demikian. Marilah kita berdoa bagi mereka, sehingga mereka pun dapat mengikut Kristus dengan makin teguh. –HT/www.renunganharian.net

SAAT HIDUP KITA MENJADI KALUT,
HANYA ALLAH YANG HIDUP YANG DAPAT MEMBUAT KITA TERLUPUT.