Menjadi Teladan

Public figure adalah sosok yang dijadikan panutan oleh masyarakat karena profesi dan kompetensi yang dimiliki orang tersebut. Dalam hidup bermasyarakat, seharusnya dia menjadi sosok yang diteladani karena kebijaksanaan yang dimilikinya. Oleh karena itulah maka tidak sembarang orang dapat menjadi public figure.

Dalam bacaan ini, Petrus memberikan nasihatnya kepada para penatua, mengingat bahwa dalam budaya Yahudi, para penatua adalah sosok yang dihormati dan dipercaya, serta menjadi panutan hidup karena dipandang memiliki kebijaksanaan. Sebagai orang yang dipandang sebagai pemimpin, Petrus meminta mereka untuk mengingat tanggung jawab mereka atas umat Allah. Petrus menegaskan bahwa Allah sendirilah yang memberikan kepercayaan- Nya kepada mereka, untuk dapat mendampingi umat-Nya. Atas kepercayaan yang diberikan, Petrus mengingatkan bahwa mereka bukanlah menjadi penguasa atas umat. Tetapi kepercayaan tersebut haruslah dijawab dengan menjadi teladan bagi umat. Para penatua diajak untuk menjalani hidupnya sebagai teladan yang baik, yang bersedia merendahkan hatinya dalam kebijaksanaan untuk hadir bagi orang lain. Supaya melalui mereka, kehidupan yang baik dapat semakin berkembang.

Setiap kita dipanggil untuk menjadi teladan bagi orang lain. Dengan menjadi teladan, kita tidak diminta untuk menyombongkan diri, melainkan selalu merendahkan hati kita. Karena dalam kerendahan hati itulah, maka sikap-sikap keteladanan dapat dihidupi. –ZDP/www.renunganharian.net

JALANILAH HIDUP SEBAGAI TELADAN BAGI ORANG LAIN.