Menceritakan Kasih Tuhan

 

Pada saat renungan ini dibuat, Indonesia sedang dihebohkan oleh isu seorang tokoh agama yang videonya viral di dunia maya sedang menjelaskan tentang salib. Sangat mungkin kita semua mengetahui kasus ini. Tentu kita tidak akan membahas perkembangan kasus ini karena mungkin saja ketika kita membaca renungan ini, kasus tersebut sudah tidak seramai dan seheboh saat renungan ini dibuat. Namun, kita dapat melihat dan mengambil sisi positif dari kasus tersebut. Apa itu? Kesempatan kepada kita lebih mendalami dan menghayati sehingga dapat menjelaskan arti sesungguhnya dari salib Kristus.

Teks bacaan Alkitab hari ini menunjukkan kepada kita tentang kasih Tuhan yang menjangkau semua bangsa, bukan saja bangsa Israel. Daud menyaksikan akan kasih Tuhan yang berkenan mendengar dan bertindak menjawab doanya. Hal tersebut menunjukkan akan kekuasaan Tuhan sehingga semua bangsa sepatutnya datang dan sujud menyembah dihadapan Tuhan serta memuliakan namaNya. Lalu apa hubungannya dengan salib Kristus? Dalam Yohanes 12:32, Yesus dengan jelas mengatakan bahwa apabila Ia ditinggikan (baca : disalib), Ia akan menarik semua orang datang kepadaNya. Ayat ini bukan sedang menunjukkan suatu paksaan atau arogansi dari Tuhan, tetapi sedang menjelaskan akan kuasa kasih salib yang ingin membawa semua bangsa kepada persekutuan kembali dengan Tuhan. Tuhan bukan saja ingin menjawab doa kita, tetapi Ia ingin menjadi Sahabat yang menyertai perjalanan kehidupan kita. Salib adalah tanda pengampunan dan cinta yang besar dari Tuhan kepada manusia. Di atas saliblah, kuasa kebencian dan kemarahan diubah menjadi kasih dan pengampunan. Salib Kristus adalah tanda dan bukti akan kerinduan Tuhan untuk dekat kembali dengan manusia, seperti hubungan antara suami dan istri. Kabar baik inilah yang akan terus diberitakan ke seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa (Mat. 24:14). Injil Yesus Kristus tersebut mesti diceritakan melalui kehidupan kita.

Hidup kita adalah untuk menyaksikan kasih Tuhan. Itulah sebabnya, Injil Yesus Kristus harus terus kita beritakan melalui kehidupan kita. Inilah tugas yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Tugas kita bukan untuk membela Tuhan, tetapi untuk menceritakan tentang kasihNya kepada manusia, kepada semua bangsa. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan terus membangun kehidupan bersama yang dilandaskan oleh semangat cinta kasih kepada Tuhan, sesama, dan lingkungan. (IRHB)

 

Bacaan Alkitab: Efesus 5: 25-32 ; Ayub 38: 1-11, 40: 1-5

 

Doa : Tuhan, kami mau terus menceritakan kasihMu yang agung itu dalam hidup kami. Amin.