Membagi Visi

Sering kali seorang pemimpin menjadi frustrasi ketika orang-orang yang dipimpin tidak bisa sejalan dan bersemangat dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawab mereka. Pemimpin bersemangat, tetapi mereka ogah-ogahan. Mungkinkah karena pemimpin tidak membagikan visinya sehingga mereka tidak memahami visi itu?

Sesudah beristirahat, Nehemia bersama beberapa orang pada malam hari mengamati secara saksama kota Yerusalem yang tembok-temboknya runtuh. Ia belum memberitahukan visi dari Allah tentang pembangunan kembali tembok Yerusalem baik kepada para imam, pemuka, penguasa, maupun petugas lain (ay. 16). Ia perlu mengetahui lebih dahulu seberapa besar kebutuhan dan bagaimana pelaksanaan pembangunan itu. Nehemia tidak mungkin membangun sendiri tembok itu. Ia perlu membagikan visi itu kepada orang-orang Yahudi, apa rencana Allah terhadap pembangunan Yerusalem dan bagaimana Allah telah bekerja begitu luar biasa dalam mempersiapkan pembangunan itu. Ketika mereka menangkap visi itu, mereka secara bersemangat menyatakan siap sedia dan bahkan segera membangun dengan sekuat tenaga.

Tuhan Yesus telah memberikan visi dan teladan untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya (Mat. 28:19). Suatu visi yang besar. Namun, mengapa tidak semua orang percaya mempunyai semangat yang sama dalam menjalaninya? Mungkinkah kita belum menangkap visi itu? Marilah mulai dari diri sendiri, dengan bersedia menjadi murid-Nya dan mau membagikan visi besar ini kepada orang-orang di sekitar kita. –ANT/www.renunganharian.net

MENJADIKAN SEMUA BANGSA MURID-NYA ADALAH
SEBUAH VISI YANG LAYAK DIJALANI DAN DIBAGIKAN.