LITURGI HARI DOA SEDUNIA, MINGGU 3 MARET 2019

Tata Ibadah Hari Doa Sedunia 2019

MINGGU, 3 MARET 2019

 

(Dipersiapkan oleh Tim HDS dari Negara Slovenia

 yang disesuaikan dengan kondisi JKK)

 

TEMA :

MARILAH SEGALA SESUATU TELAH TERSEDIA

Dilayani oleh : Pdt. Ni Luh Yuni Ambarawati, S.Si., Teol

 

Persiapan Jemaat                                   : Doa pribadi

                    Persiapan Pendeta, Majelis Jemaat

                    Pemandu Pujian, dan Organis                      : Doa bersama di Konsistori

 

  1. SUARA PARA PEREMPUAN

Pdt           :     Saudari-saudari, marilah kita mendengarkan pengalaman para perempuan Slovenia. Bersama dengan mereka, mari kita berefleksi dan berdoa. Pertama-tama, mari kita dengarkan Marijeta, seorang yang lahir pada akhir Perang Dunia kedua, ketika negaranya masih merupakan bagian dari Yugoslavia, sebuah negara republik marxis-sosialis.

P2 : Namaku Marjeta (Mar-yeta). Ibu ku, seorang yang baru saja menjadi janda, dan nenekku yang mengajari aku berdoa sejak aku kecil. Mereka juga membagi iman mereka kepada ku. Pada waktu itu negara kami adalah negara sosialis-marxis. Orang beragama dilihat sebagai warga negara kelas dua. Pada waktu aku menyelesaikan sekolah menengah atas dan hendak masuk universitas, aku tidak mendapatkan dukungan pendidikan baik dari pemerintah maupun dari sumber-sumber lain. Aku pergi ke luar negeri untuk bekerja, seperti banyak orang lain dari negara bekas Yugoslavia. Aku mendapatkan pekerjaan di Swiss, namun aku sungguh dapat merasakan bagaimana pekerja asing dipandang. Setelah pensiun, aku dan suami ku kembali ke Slovania. Aku sangat senang karena kami diterima dalam komunitas kami dan juga dalam jemaat lokal kami. Aku membagikan sukacita itu dengan melakukan tugas-tugas relawan dalam jemaat kami, juga dengan turut berpartisipasi dalam Hari Doa Sedunia.

P3            :     Kami, orang-orang Slovenia, telah merasakan apa artinya menjadi pengungsi dan buruh migran. Pada akhir Perang Dunia II, banyak orang dari negara kami yang harus pergi ke luar negeri, baik karena menjadi oposan terhadap komunisme maupun karena harus bekerja untuk mencukupi kehidupan keluarga. Kami harus mengakui bahwa sekarang kami cenderung melupakan pengalaman ini terutama ketika berhadapan dengan orang-orang yang juga menjadi pengungsi, yang harus meninggalkan tempat asal mereka untuk menjadi kehidupan yang lebih baik dan juga kedamaian.

Jemaat : Allah yang murah hati, ampunilah kiranya kami ketika kami diam terhadap tindak ketidakadilan yang terjadi di hadapan kami.

 

Nyanyian : Hai Makhluk Alam Semesta (KJ. 60:1)

 

Pdt : Mari kita dengarkan Mojca, seorang perempuan muda yang tumbuh di negara kami yang lebih stabil setelah kemerdekaan Slovenia pada tahun 1991.

P4 : Nama ku Mojca (Moy-sta). Aku berumur 34 tahun. Aku beruntung bisa kuliah, sebab di Slovenia kuliah bebas biaya. Waktu usia ku 21 tahun, aku jatuh cinta dan kemudian hamil namun pacar ku meninggalkan aku. Sangat sulit untuk melanjutkan kuliah, syukurlah keluarga ku mendukung ku. Aku merupakan salah satu murid terbaik di kelas kami. Aku membesarkan anak ku, lalu aku menikah dan memiliki anak kedua dengan suami ku. Ia menerima anak pertama ku sebagai anak nya sendiri. Aku adalah seorang peneliti di sebuah lembaga penelitian. Aku berharap, pembagian kerja dalam rumah tangga akan lebih seimbang dan tidak melulu menjadi beban perempuan. Perempuan belum sepenuhnya hidup dalam kesetaraan. Sampai saat ini, perempuan masih harus menanggung beban ganda.

Pdt : Kita bersyukur untuk semua perempuan yang telah dapat mengatasi tantangan dalam membesarkan anak-anak di tengah keragaman. Kami bersyukur kepada-Mu, ya Allah, untuk komunitas-komunitas yang telah mendukung perempuan dan anak-anak dengan cinta kasih.

Jemaat : Terimakasih, ya Allah yang penuh kasih.

 

Nyanyian : Hai Makhluk Alam Semesta (KJ. 60:2)

 

Pdt : Marilah kita mendengarkan Marija, seorang perempuan berusia 80 tahun yang tinggal di pedesaan.

P5 : Nama ku Marija (Maria). Usia ku sekarang sudah melewati 80 tahun aku tinggal bersama keluarga anak laki-laki ku. Anak dan menantu ku tidak punya pekerjaan atau pengangguran. Kami hidup dari gaji pensiun yang aku dapat dari pabrik tempat ku bekerja dulu. Makanan sehari-hari kami berasal dari kebun kecil kami. Sebaliknya dengan tetangga kami. Ia tinggal seorang diri di sebuah rumah yang besar dengan ladang yang tidak dapat lagi ia kelola. Anak-anak nya pindah ke kota dan mendapatkan pekerjaan di sana.

 

Pdt           :     Kita mengetahui bahwa di banyak tempat, orang-orang usia lanjut tidak mendapatkan perawatan dan perhatian sebagaimana seharusnya layak mereka dapatkan. Mereka merasa sendiri dan memiliki kebutuhan untuk diperhatikan dan juga membutuhkan kebersamaan. Kita semestinya sudah memulai inisiatif kerjasama antar generasi. Kita bersyukur untuk kakek dan nenek kita yang telah menumbuhkan iman Kristen di dalam diri kita.

Jemaat : Terimakasih, ya Pencipta Yang Maha Peduli.

 

Nyanyian : Hai Makhluk Alam Semesta (KJ. 60:3)

 

Pdt : Mari kita dengarkan seorang ibu berusia 40 tahun yang memiliki dua orang anak. Ibu ini hidupnya sangat dipengaruhi oleh alkoholisme.

P6 : Nama ku Ema. Aku dilahirkan di dalam keluarga yang sangat gemar dengan alkohol. Ayah ku seringkali mabuk dan melakukan kekerasan. Ibu ku juga seringkali mabuk. Aku bersumpah, semestinya hidup ku pada masa kanak-kanak tidak semenderita itu, itulah sebabnya aku sama sekali tidak pernah minum alkohol. Aku menikah dan bersama-sama dengan suami ku, kami membangun satu rumah. Kami memiliki dua orang anak, yang sekarang sudah bersekolah. Suami ku kemudian kehilangan pekerjaan sebab perusahaan tempatnya bekerja bangkrut. Ia kemudian mulai minum alkohol. Ia juga mulai melakukan kekerasan terhadap ku dan anak-anak kami. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku tidak mau kembali ke rumah dan membiarkan anak-anak ku melihat ayah mereka yang pemabuk, bahkan ketika ia begitu penuh kasih sayang kepada anak-anak ketika ia tidak dibawah pengaruh alkohol. Ia selalu berjanji kepada ku untuk melakukan apa pun, tapi ia tidak pernah setuju untuk mencari bantuan dari kecanduannya terhadap alkohol. Aku berdoa kepada Allah agar suami ku mau menghadapi kecanduannya sehingga kehidupan keluarga kami akan pulih dan mengalami kemajuan.

Pdt : Kita telah abai untuk mengenali daya penghancur dari efek alkohol dalam hidup kita secara personal. Terkadang hal ini menyebabkan anak-anak dan perempuan menjadi korban tindak kekerasan. Kami berdoa untuk orang-orang muda, yang menggunakan alkohol untuk kesenangan sendiri ataupun sebagai pelepasan dari stress. Tuhan, kami berdoa kepada Mu, untuk semua keluarga yang berhadapan dengan alkoholisme dan tindak kekerasan yang disebabkan oleh alkohol. Kiranya semua mendengar dan dengan sukacita menerima undangan-Mu untuk datang ke meja perjamuan Mu.

Jemaat : Ya Allah, bukalah hati kami, buatlah kami lebih berbelas kasih dan berpengertian.

 

Nyanyian : Hai Makhluk Alam Semesta (KJ. 60:4)

 

Pdt           :     Marilah kita mendengarkan Natasha, seorang dari etnis Roma yang merupakan kelompok minoritas.

P7            :     Nama ku Natasha. Aku berusia 46 tahun, menikah dan memiliki dua orang anak. Aku berasal dari etnis Roma. Aku menghabiskan masa kecilku di tengah-tengah sebuah keluarga yang penuh perhatian dan cinta kasih dan sebuah desa di Roma. Kedua orangtua ku memiliki pekerjaan, sehingga mereka dapat memastikan kami hidup dengan baik dan juga mendapatkan pendidikan yang baik. Desa Roma kami diterima dengan baik oleh komunitas yang lebih luas. Aku hampir tidak pernah mengalami penolakan karena etnis ku yang berbeda. Namun demikian, pengalaman keluarga kami tidak secara utuh merefleksikan situasi sosial dan ekonomi dari orang-orang Roma di Slovenia atau Eropa. Kebanyakan dari mereka tinggal dalam kondisi yang memperihatinkan, tanpa air dan listrik di rumah-rumah mereka. Akses terhadap pendidikan terbatas dan anak-anak dari etnis Roma seringkali diejek bahkan dikeluarkan dari sekolah. Mereka tidak dimungkinkan untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan akibatnya mereka kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan yang dapat mengangkat mereka dari kemiskinan.

Pdt : Kami mengaku, ya Allah, bahwa diskriminasi seringkali terjadi dalam masyarakat kami. Kami seringkali sulit menerima orang lain. Kami seringkali yakin bahwa cara hidup kami adalah yang paling baik dan dengan demikian semua orang harus mengikuti cara hidup tersebut. Kami juga seringkali cepat untuk menyingkirkan orang lain.

Jemaat : Ya Tuhan, kasihanilah kami.

Pdt : Terimakasih, ya Allah, sebab kami dapat belajar dari Yesus untuk menghormati (respek) terhadap orang lain, terbuka dan tidak lelah terus merangkul mereka yang berasal dari etnis yang berbeda, orang dengan disabilitas serta para pencari suaka, juga untuk terus mengembangkan rasa percaya diri mereka.

Jemaat : Bapa yang penuh cinta kasih, berdirilah bersama kami dalam usaha-usaha kami ini.

 

Nyanyian : Hai Makhluk Alam Semesta (KJ. 60:5)

 

  1. PENGAKUAN DOSA

Pdt : Kami mengaku akan kesalahan kami, ya Allah yang penyayang. Kami melakukan banyak sekali kesalahan, sampai-sampai kami tidak dapat menghitungnya lagi. Ya Allah, kami adalah anak-anak-Mu yang Engkau kasihi, lihatlah air mata kami juga pertobatan di dalam hati kami! Oleh karena pengampunan-Mu kami berani berharap setiap hari, hari di mana kami akan membangun relasi-relasi kami berdasarkan keadilan, perdamaian dan kasih. Amin

Nyanyian : Sungguh Lembut Tuhan Yesus Memanggil (KJ. 353:2)

 

  1. MEMPROKLAMASIKAN FIRMAN ALLAH
  • Doa untuk Pembacaan Firman dan Kotbah
  • Pembacaan Firman     :     Lukas 14:15-24                                                           (Pdt)
  • Kotbah
  • Pujian : Sungguh Lembut Tuhan Yesus Memanggil (KJ. 353:3-4)

 (Jemaat berdiri)

  1. PENGAKUAN IMAN RASULI (MJ. 5)    

(Jemaat duduk kembali)

  1. BERITA JEMAAT (MJ. 1)
  2. PERSEMBAHAN

Pdt : Hari Doa Sedunia adalah suatu gerakan perempuan ekumenis di seluruh dunia. Setiap tahun, kita mengagumi kekuatan komunitas-komunitas yang berpartisipasi, kita berempati dengan kepedulian mereka dan dikuatkan oleh iman mereka. Visi kita suatu dunia dimana perempuan dapat membuat keputusan sendiri tentang hidup mereka. Untuk sampai ke sana kita membutuhkan tanda-tanda solidaritas. Salah satu tanda solidaritas itu adalah persembahan yang akan kita himpun. Persembahan ini akan dipergunakan untuk memperkuat komunitas-komunitas yang melakukan penguatan dan membawa perbaikan hidup bagi perempuan dan anak-anak di seluruh dunia.

Nyanyian : Tuhan Betapa Banyaknya (KJ. 393:1-dst)

(Jemaat diundang berdiri)

  1. DOA UCAPAN SYUKUR

P8 : Ya Allah, kami bersyukur bersama dengan saudara-saudari dari Slovenia yang telah melewati berbagai kesulitan sepanjang sejarah mereka, mereka tetap kuat berdiri. Kiranya mereka membuka hari dan menyambut semua orang yang datang kepada mereka, secara khusus mereka yang membutuhkan bantuan.

Jemaat : Ya Allah yang rahimi, dengarkanlah doa kami

P9 : Ya Allah, kami bersyukur untuk negara yang membangun suatu masyarakat yang demokratis. Negara ini terjadi lintas komunitas, tempat tinggal dan bangsa. Tolonglah kami untuk membangun solidaritas di seluruh dunia.

Jemaat : Ya Allah yang rahimi, dengarkanlah doa kami

P10 : Ya Allah, kami bersyukur kepadaMu karena Engkau telah menanamkan didalam kami kemauan untuk saling berbagi sehingga semua orang dapat memiliki makanan yang cukup, akses terhadap pendidikan dan jaminan sosial. Tolonglah kami untuk lebih memberi perhatian pada kebutuhan spiritual mereka yang ada di sekitar kami juga agar kami dapat terus memberikan dukungan kepada mereka yang berada dalam situasi-situasi yang sulit.

Jemaat : Ya Allah yang rahimi, dengarkanlah doa kami

 

P11          :     Ya Allah, kami bersyukur untuk pendidikan yang bebas biaya juga untuk kesempatan dapat studi ke luar negeri. Kami mendoakan para pemimpin di negara kami agar mereka dapat terus bekerja, agar hak-hak dasar setiap anak ini dapat terus dipenuhi. Kiranya pendidikan dapat dilanjutkan dengan akses terhadap pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan hidup seluruh keluarga.

Jemaat : Ya Allah yang rahimi, dengarkanlah doa kami

P12 : Ya Allah, kami bersyukur untuk kakek-nenek yang turut membantu keluarga-keluarga muda dengan cara membantu merawat anak-anak kecil dan juga untuk berbagi iman mereka dengan anak-anak kecil itu. Tolonglah kami untuk memperhatikan orang-orang lanjut usia yang ada di sekitar kami, untuk berlaku baik kepada mereka yang di rumah-rumah jompo ataupun di lingkungan kami.

Jemaat : Ya Allah yang rahimi, dengarkanlah doa kami

P13 : Ya Allah, kami bersyukur untuk suara dan kesaksian dari kelompok-kelompok minoritas. Kiranya seruan untuk terwujudnya keadilan dan inklusi bisa sampai ke parlemen. Topanglah kiranya para pengungsi dan para migran di antara kami. Tolonglah kami untuk berjalan bersama dengan “orang-orang miskin, orang lumpuh, orang buta dan orang timpang”. Kiranya kami selalu mendengar tangisan mereka.

Jemaat : Ya Allah yang rahimi, dengarkanlah doa kami

P14 : Ya Allah, kami bersyukur untuk pertolongan-Mu untuk meningkatkan relasi ekumenis dan juga kerjasama lintas iman kami, kami belajar untuk menghormati satu sama lain, menghargai perbedaan diantara kami serta mengenali bagaimana kami diperkaya satu sama lain oleh relasi-relasi ini.

Jemaat : Ya Allah yang rahimi, dengarkanlah doa kami

P15 : Ya Allah, kami memuji Mu atas undangan agar kami datang ke meja perjamuan-Mu. Ya Yesus, kami bersyukur kepada Mu sebab Engkaulah pusat dari persekutuan orang percaya di seluruh dunia. Kami juga bersyukur kepada Mu untuk gerakan Hari Doa Sedunia, di dalamnya kami mendapatkan kekuatan untuk pergi keluar dan membagikan kepedulian, harapan dan sukacita dari saudara-saudara kami di Slovenia.

Jemaat : Ya Allah yang rahimi, dengarkanlah doa kami

Semua : Ya Allah, Engkaulah yang telah mengundang kami, Engkaulah yang membawa kami semua ke meja perjamuan Mu dan menuntun kami di jalan kehidupan dan pengharapan. Kami sungguh berharga di mata Mu, Engkau memanggil kami dengan nama kami masing-masing dan sebagai anak-anak Mu yang terkasih, kami hendak menaikkan Doa Bapa Kami, demikian: Bapa kami yang di sorga………..Amin

 

  1. NYANYIAN PENUTUP : Tiap Langkahku (NKB. 188:1)

 

  1. PENGUTUSAN DAN BERKAT

 

Semua    :     Allah yang baik,

Tolonglah kami untuk menghormati kehidupan, Untuk menerima kehidupan itu dengan semua keunikannya. Tolonglah kami untuk menghormati keajaiban alam kami dan untuk menjaganya dengan segenap kekuatan kami. Tolonglah kami untuk memberikan dukungan bagi satu sama lain di jalan pembebasan, keadilan dan perdamaian, sebagai anggota keluarga mu yang setara. Kiranya Engkau memberkati kami dalam upaya-upaya kami ya Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin

Pdt : Firman kebenaran telah kita dengar. Janji kesetiaan Allah telah kita miliki. Kembalilah pada keseharian kita dan jadilah berkat bagi orang banyak. “Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau, Tuhan menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia. Tuhan menghadapkan wajahNya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera”.

Jemaat : Haleluya 5X, Amin 3X

 

 

PETUGAS IBADAH MINGGU, 3 MARET 2019

MAJELIS JEMAAT

KEBAKTIAN I (07.00) KEBAKTIAN II (10.00) KEBAKTIAN III (18.00)
  1.  Pnj. Lende Tanggela Pnj. Krisna Putra Pnt. Priska Soetapa
  2.  Dkn. Luscius J. Riwu Kore Dkn. RE. Takari Palinggi Pnj. Tumiyati Bambang S
  3.  Pnj. Bayu Widjayanto Pnt. Fransina Atading L Dkn. Ratnawati
  4.  Dkn. Nyoman Nurhandayani Dkn. Ketut Sutrisna Soekaria Pnj. Ussyana Dethan
  5.  Pnj. Istia Dirk Dkn. Dewi Ekawati Karmawan Pnt. Rini F. Yani
  6.  Pnt. I Made Kertiyana Pnj. I Wayan Suarya Dkn. GA. Stiti Sudastri
  7.  – Pnt. I Putu Geria Astawa Pnt. I Made Sumarna
  8.  Pnj. I Ketut Dharma Pnt. Julianto Arisaputra Pnt. Suhito
  9.  Pnt. Made Rai Miarsa Pnj. I Wayan Sudana Dkn. Budi Listianto
 10. Dkn. Bambang Trispriyandaru Pnt. Djois Waluwanja Pnt. Yossy Maykel Puturuhu
 11. – Dkn. Ni Putu Widani Astuti Pnj. Benyamin Herman H
 12. – Pnt. Magdalena Hehakaya

 

 

BPI “FAJAR KASIH” (10.00)
Dkn. Sunarno Pnj. IGM. Samekto PY

PELAYAN MUSIK IBADAH MINGGU DAN TIM MULTIMEDIA

TUGAS PELAYAN MUSIK PEMANDU PUJIAN TIM MULTIMEDIA
Kebaktian I Joses

Harry

Hanna

Eva K.

Andre

Reza

Kebaktian II Titis

Berta

Christian

Yan Tonga

Nanda

Agus

Aprian

Kebaktian III Iwan

Agi

Jolly

Devy

Gusna

Jose

BPI “Fajar Kasih” Cahyo Shanti