Lebih Mendengar Allah

Seorang wanita menikah dengan pria yang kurang mapan secara ekonomi. Ia harus bekerja keras mencukupi kebutuhan rumah tangga. Tak jarang ia berkata: “Aku hampir menikah dengan seorang PNS. Tetapi demi Tuhan aku memilih suamiku karena dia seiman. Mengapa Tuhan tidak memberkati rumah tanggaku? Seandainya aku menjadi istri seorang PNS, mungkin aku tidak mengalami kesulitan seperti sekarang!”

Bileam dipanggil Balak untuk menyerapah Israel. Namun Bileam malah memberkati mereka. Tidak hanya satu kali, melainkan sampai tiga kali. Sebenarnya Balak telah menyediakan banyak upah jika Bileam mau mengutuk Israel. Namun Bileam lebih memilih untuk menurut pada titah Tuhan. Bahkan Bileam berani bertaruh bahwa ia tetap lebih memilih untuk tunduk kepada Allah sekalipun dengan mengutuk Israel ia bisa mendapatkan emas dan perak seistana penuh banyaknya. Bileam tidak mau bertindak atas kemauannya sendiri, melainkan tunduk pada kedaulatan Allah.

Ada banyak tawaran dunia yang menggiurkan. Kita pun bisa tergoda untuk mendapatkannya, terlebih saat hidup kita diperhadapkan pada berbagai tantangan. Ketika Tuhan kelihatannya mengabaikan penderitaan kita, ketika perjuangan kita tampaknya tidak membuahkan hasil. Berkaca dari tindakan Bileam, memilih untuk tetap setia kepada Tuhan ada kalanya membuat kita kehilangan kesempatan beroleh kenikmatan dunia. Hanya dengan menyadari bahwa berkat Tuhan melebihi kenikmatan dunia, kita tidak akan pernah merasa rugi mengikut Dia dengan setia. –EBL/www.renunganharian.net

KITA TIDAK AKAN PERNAH TERGIUR OLEH KENIKMATAN DUNIA
KETIKA MENYADARI BAHWA NIKMAT DARI TUHAN JAUH LEBIH BERHARGA.