Ketika Doa Tak Terucapkan

Semua berjalan baik-baik saja sampai ketika tiba-tiba dokter mendeteksi ada kanker di salah satu bagian tubuh kita. Ibarat dihantam sebuah benda keras, kenyataan itu bisa jadi membuat semangat kita lumpuh seketika. Bisa saja pikiran kita akan langsung terarah kepada kematian. Kita memikirkan apakah ada persoalan dalam hubungan dengan seseorang yang belum diselesaikan. Kita memikirkan keuangan, keluarga, pekerjaan. Kita kalut!

Memikirkan kondisi tubuh ditambah pikiran-pikiran yang kalut jelas membuat kita tidak mampu melakukan sebuah pekerjaan bahkan sesuatu yang paling sederhana sekalipun: berdoa! Kita mencoba memaksakan diri untuk duduk berdoa di hadapan-Nya tetapi tak ada sepatah kata pun terucap, kita tidak tahu apa yang hendak kita ucapkan, kita tidak mampu menguasai hati kita yang terus-menerus memikirkan hal-hal yang mengkhawatirkan.

Begitu beratnya beban masalah kadang membuat kita tidak tahu lagi apa yang harus didoakan. Segudang keraguan memenuhi pikiran kita. Tetapi janji Tuhan memberi jaminan pasti untuk kita: Roh Kudus memahami pergumulan hidup kita dan Ia memedulikan kita. Bahkan saat mulut kita tertutup rapat manakala kita mencoba berdoa, Roh Kudus tetap ada untuk menolong kita. Firman-Nya: Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Tidak hanya itu, Tuhan juga menghadirkan orang-orang seiman yang bersedia mendoakan kita dan ikut memikul beban hidup kita. Di tengah ketidakpastian itu kita melihat pertolongan-Nya! –SYS/www.renunganharian.net

WALAU MULUT KITA TAK BERUCAP, NAMUN TUHAN MAMPU MERASAKAN
DAN MENGERTI APA YANG PALING KITA BUTUHKAN.