Kebenaran yang Menyelamatkan

Dalam konteks pengetahuan manusia ada banyak hal yang dianggap benar. Sering kita dibuat bingung dalam menentukan pilihan yang akan kita ikuti atau percayai. Kadang, dua hal yang berseberangan sama-sama dianggap benar. Tak heran jika sebagian orang berpendapat bahwa kebenaran adalah sesuatu yang tidak mutlak. Bersifat nisbi (relatif), sementara (tentatif) dan subjektif.

Kepada orang Yahudi yang telah percaya kepada-Nya, Yesus mengatakan bahwa mereka akan mengetahui kebenaran jika mereka benar-benar menjadi murid-Nya. Hal itu akan terjadi jika mereka tetap hidup dengan mengikuti ajaran-Nya. Menariknya, kebenaran di dalam Yesus adalah kebenaran yang memerdekakan. Inilah keistimewaan kebenaran Kristus dibanding kebenaran yang lain.

Hanya kebenaran Yesus Kristus yang ada dalam firman Allah yang dapat memerdekakan kita dari dosa, penghancuran dan kekuasaan Iblis. Kebenaran yang menyelamatkan hanya dinyatakan oleh Allah melalui Roh-Nya, bukan dari hikmat manusia. Namun, jangan bayangkan adanya jaminan kenyamanan dan kebebasan dari penindasan, impitan, tekanan, ancaman, hambatan atau pergumulan secara fisik! Semua itu bukan ciri-ciri kemerdekaan di dalam Kristus! Ada kemungkinan kita tetap mengalaminya. Namun berbekal kemerdekaan Kristus yang berupa keselamatan jiwa, kita dapat menjalin hubungan secara pribadi dengan Tuhan. Apa yang perlu dirisaukan jika kemerdekaan yang mulia yang merupakan harta sejati ada dalam genggaman? Maka bersukacitalah jika Anda menghidupi kebenaran Kristus! –EBL/www.renunganharian.net

“JADI, APABILA ANAK ITU MEMERDEKAKAN KAMU,
KAMU PUN BENAR-BENAR MERDEKA.”-YOHANES 8:36