Enggak Nyambung

Tuhan murka kepada umat-Nya. Apa gerangan telah dilakukan umat hingga Tuhan begitu murka?

Umat hidup serba tidak nyambung: Menggeluti firman Tuhan, tetapi hidup bergelimang dosa. Taat beribadah, tetapi menindas sesama. Setia berdoa, tetapi tak memedulikan si miskin. Mempersembahkan korban, tetapi menyuburkan ketidakadilan. Mereka hidup dengan standar ganda: di sini begini, di sana lain lagi. ketidaksinambungan moral memenuhi hidup.

Sekarang pun, ketidaksinambungan moral terjadi: Tindakan yang dilakukan enggak nyambung dengan kata-kata yang ditebar. Hidup yang diwujudkan enggak nyambung dengan apa yang dipercayai. Perilaku yang dihidupi enggak nyambung dengan nilai-nilai yang ditinggikan. Perbuatan sehari-hari enggak nyambung dengan ibadah yang dijalani. Apa yang dilaksanakan enggak nyambung dengan citra yang dibangun. Akibatnya? Lain di bibir lain di hati, wakil rakyat melupakan rakyat, penegak hukum melanggar hukum, pagar makan tanaman, penjaga moral bertindak amoral, meninggikan Tuhan tetapi merendahkan sesama, dan banyak lagi lainnya.

Apa pesan Tuhan lewat nabi Amos? Supaya kita berubah. Jangan lagi hidup dengan standar ganda. Jangan lagi hidup dalam ketidaksinambungan moral. Tetapi, biarlah kebenaran memenuhi semua sisi hidup dan kegiatan kita. –EE/www.renunganharian.net

KETIDAKSINAMBUNGAN ANTARA APA YANG NYATANYA DIWUJUDKAN DAN APA
YANG SEHARUSNYA DIWUJUDKAN ADALAH KEBOHONGAN MORAL YANG AMAT SERIUS.