Demi Melakukan Rencana-Nya

Andreas (nama samaran) menerima keponakan yang hamil di luar nikah dan diusir orangtuanya. Lebih menyedihkan lagi, si pacar tak mau bertanggung jawab. Akhirnya bayi itu lahir dengan sehat dan dibesarkan ibunya. Kini bayi itu sudah tumbuh menjadi anak yang ganteng, pintar bermain musik, dan selalu juara kelas.

Tidak ada anak haram. Anak lahir karena kuasa dan kehendak Tuhan. Betul, bisa jadi orangtuanya berbuat dosa, tapi hamil atau tidak yang menentukan adalah Tuhan. Jangan sampai karena orangtua berbuat dosa, anak turut dihina dan dipermalukan. Gilead bersetubuh dengan perempuan sundal sehingga lahirlah Yefta. Ia tumbuh menjadi pahlawan yang gagah perkasa, tetapi saudara-saudaranya tidak mau menerimanya dan mengusirnya (ay. 2). Meskipun tidak diterima dan tidak diakui, ia tidak mendendam. Terbukti ketika para tua-tua Gilead menjemputnya dari tanah Tob untuk mengangkatnya menjadi panglima perang melawan bani Amon, Yefta bersedia (ay. 11), dan ia membawa seluruh perkara itu di hadapan Tuhan. Saat Yefta maju perang, bani Amon berhasil dikalahkan (ay. 33).

Setiap manusia, diciptakan Tuhan untuk melakukan rencana- Nya dan memuliakan nama-Nya. Memang ada manusia yang terlahir dari keluarga yang rusak, dari zinah, atau dari tindak pemerkosaan, tetapi saat manusia itu hidup dalam takut akan Tuhan, hidupnya dipakai Tuhan dengan luar biasa. Hormatilah dan kasihilah setiap manusia karena mereka diciptakan Tuhan untuk melakukan rencana-Nya. –Obaja/www.renunganharian.net

TIDAK ADA ANAK HARAM; SEORANG ANAK LAHIR
KARENA KUASA DAN KEHENDAK TUHAN.