Deklarasikan Kebaikan Hatimu!

Liam Hannon, bocah 10 tahun asal Amerika Serikat, sangat baik hatinya. Setiap minggu ia memberikan makan siang gratis kepada para tunawisma. Tidak sendirian, sang ayah, Scott Hannon, dengan menarik gerobak kecil berisi makanan dan minuman, setia menemani Liam melakukan proyek keluarga yang dinamakan “Liam’s Lunches of Love” ini. Makan siang untuk tunawisma ini kadang berupa roti diolesi selai kacang dan jeli. Mereka berencana akan merekrut banyak sukarelawan untuk membantu dan mengembangkan proyek ini.

Dalam nasihatnya kepada jemaat di Filipi, Paulus berpesan agar mereka tetap sehati sepikir (ay. 2), saling menolong (ay. 3), bersukacita (ay. 4), dan mendeklarasikan kebaikan hati (ay. 5). Mendeklarasikan kebaikan hati pastilah akan mengurbankan banyak hal: tenaga, waktu, uang, dan perasaan untuk orang lain. Tidak mudah untuk berbuat baik! Seakan-akan memang tampak rugi, tapi Paulus menjelaskan lagi bahwa kita tak perlu khawatir (ay. 6). Ia menasihati mereka agar mau berdoa sambil terus mengucap syukur menyatakan keinginannya pada Allah. Kebaikan haruslah disertai sukacita, hati dan pikiran penuh damai sejahtera-Nya (ay. 7), dan pikiran positif (ay. 8-9).

Setiap orang percaya yang terus mengalami kebaikan Tuhan pastilah tidak akan tahan jika tidak berbagi kepada sesama. Kebaikan apa yang akan kita berikan untuk orang lain? Saat menunjukkan kebaikan hati hendaknya kita tetap sukacita, penuh damai sejahtera dan pikiran positif sehingga kebaikan itu tidak sekadar pencitraan. –YDS/www.renunganharian.net

KEBAIKAN TULUS ITU LAHIR DARI HATI
YANG MEMILIKI MOTIVASI YANG MURNI.