Bukan Berita Hoaks

Perkembangan teknologi informasi demikian pesat. Berita dengan begitu cepat, hanya dalam hitungan detik, telah menyebar ke mana-mana seantero dunia. Hal ini menggembirakan di satu sisi, akan tetapi di sisi lain cukup memprihatinkan. Banyak berita tidak benar (hoaks) ikut tersebar. Orang dengan gampangnya menyebarkannya tanpa klarifikasi atau dicek kebenarannya. Belum lagi berita atau artikel yang mengandung unsur kebencian dan fitnah. Kemajuan teknologi tidak dimanfaatkan dengan bijak.

Dalam khotbahnya di hadapan orang Yahudi maupun non-Yahudi, Paulus menerangkan bagaimana para pemimpin Yahudi telah menolak Kristus serta menyalibkan Dia. Kematian Tuhan Yesus bukanlah akhir dari karya Allah atas dunia ini, karena Allah telah membangkitkan Dia. Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus adalah sesuatu yang sudah dibicarakan oleh para nabi. Dan ketika peristiwa itu terjadi, ada banyak orang yang telah menyaksikan kebangkitan-Nya. Bahkan Paulus sendiri pun yang semula tidak percaya kemudian menjadi saksi bagi kebangkitan Yesus Kristus kepada dunia.

Dari uraian Paulus kita belajar bahwa berita Injil adalah berita yang kebenarannya pasti, bukan hoaks. Berita Injil didasarkan pada fakta sejarah bukan cerita isapan jempol atau fiksi belaka. Daripada menjadi penyalur berita hoaks, marilah kita meneruskan berita Injil. Biarlah kita memercayakan upaya-upaya pemberitaan Injil yang kita lakukan kepada Roh Kudus, sebab hanya Dialah yang mampu membuka hati seseorang untuk dapat mengerti, percaya, dan menerima Yesus. –ENO/www.renunganharian.net

BERITA KESELAMATAN OLEH YESUS KRISTUS
BUKAN BERITA HOAKS, SEBARKANLAH.