Buah yang Mengecewakan

Orangtua mana yang tidak menginginkan anaknya ketika dewasa menjadi orang yang berhasil, takut akan Tuhan, dan hormat pada orangtua? Untuk itulah orangtua berjuang mencukupi kebutuhan dan mendidiknya sedemikian rupa. Tetapi bagaimana perasaan orangtua jika dua puluh lima tahun kemudian ternyata anak itu menjadi anak yang memberontak dan kurang ajar? Pasti mereka akan merasa gagal dan kecewa.

Bangsa Israel adalah seperti pohon anggur yang ditanam pemiliknya yaitu Allah. Sebagai pemilik kebun anggur, Allah telah merawat bangsa Israel milik-Nya dengan melakukan banyak kebaikan. Dia membebaskan bangsa Israel dari tanah Mesir dan menuntun mereka sampai masuk tanah perjanjian. Tetapi di jaman Nabi Yesaya, bangsa Israel telah hidup dalam pemberontakan kepada Allah, hidup dalam kelaliman dan keonaran, dan tidak menjadi contoh yang baik bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Itulah gambaran buah anggur asam yang telah mengecewakan Allah sebagai pemilik kebun anggur sehingga Dia akan menjatuhkan penghukuman bagi mereka.

Tuhan telah memberikan anugerah, kebaikan, teguran, dan berkat selama kita hidup sampai saat ini. Semuanya itu adalah untuk kebaikan kita agar bertumbuh, dewasa, dan berbuah di dalam Tuhan. Sudahkah kita hidup dalam kebenaran dan keadilan sebagai buah yang baik, yang menjadi berkat bagi sesama dan wujud syukur kita kepada Tuhan? –ANT/www.renunganharian.net

HIDUP BENAR DAN ADIL ADALAH BUAH YANG BAIK YANG DISUKAI PEMILIKNYA DAN MENJADI BERKAT BAGI ORANG YANG MENERIMANYA.