Bejana Pengharapan

Rumah Sakit Apung “Mercy Ship” beroperasi sejak 1978. Penduduk pelosok di pulau-pulau terpencil menjadi targetnya. Mereka melakukan pengobatan dan terutama operasi atas penyakit-penyakit kanker, mata, tulang, dan sebagainya tanpa memungut biaya. Sudah lebih dari 82.000 kasus operasi genting yang berhasil dilaksanakan. Bagi para pasien, kedatangan kapal itu adalah jawaban atas doa-doa bahkan mujizat. Kapal tersebut dijuluki “Bejana Pengharapan”.

Kornelius seorang warga Romawi, penganut Yudaisme yang saleh dan tekun berdoa (Kis. 10:2, 22, 30). Kehausan jiwanya untuk mengenal kebenaran terjawab ketika Petrus datang berkunjung ke rumahnya, lalu dirinya beserta segenap keluarga dan para sahabatnya menerima keselamatan (Kis. 10:24, 48). Melalui perjumpaan Petrus dengan Kornelius, kita menyaksikan betapa- melalui kepatuhan pada suruhan Tuhan-kita bisa menjadi bagian dari jawaban atas permohonan doa yang dipanjatkan oleh sesama.

Fifalina mengalami cacat tulang kaki bengkok yang parah, membuatnya tak bisa berjalan. Kunjungan kapal “Mercy Ship” telah mengubah hidup banyak orang, termasuk gadis kecil dari kepulauan Madagaskar itu.

Di sekitar kita banyak orang berdoa menantikan uluran tangan dan kunjungan. Percayalah, dalam bentuk dan kapasitas yang berbeda-beda, Anda dan saya juga bisa menjadi jawaban dari permohonan doa mereka. Tinggal tersisa kesediaan kita saja, bukan? –PAD/Renungan Harian

ADA SAATNYA DOA SESEORANG TERKABUL TATKALA KITA BERSEDIA MENGAMBIL BAGIAN DARI PENGABULAN DOA ITU.