Antusias ke Rumah Tuhan

Jika diminta menyebutkan nama tempat, dimana kita pasti akan berkata YA kapan pun kita diajak ke sana, tempat apakah itu? Jawaban dari pertanyaan ini bisa sangat beragam. Ada yang mungkin menyebut lapangan olah raga, pusat perbelanjaan, kawasan wisata tertentu, atau mungkin gedung bioskop. Bagaimana dengan tempat ibadah? Apakah kira-kira kita akan memberi respons yang sama, seperti beberapa tempat lain seperti contoh tadi?

Pernyataan menarik disampaikan oleh Daud dalam mazmurnya. Ia merespons dengan sukacita ketika orang mengajaknya pergi ke rumah Tuhan. Tentulah ada alasan mendasari respons Daud, antara lain: ia melihat orang-orang bersyukur, ada otoritas yang diberikan bagi keluarga Daud, dapat berdoa bagi kesejahteraan bangsa pilihan Tuhan, dan bertemu dengan saudara-saudara seiman, seraya berharap mereka mengalami kebaikan dari Tuhan (ay. 2-9). Selain itu, Daud tentu mengerti bahwa di “rumah TUHAN” ia dapat menikmati hadirat-Nya yang sangat menenteramkan. Tak heran jika Daud pernah berkata: “Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain” (Mzm. 84:11). Ya, ia begitu mencintai rumah Tuhan!

Tentu tidak salah kita dengan antusias berkunjung ke tempat tertentu yang kita sukai. Namun, jangan sampai mencoret rumah ibadah dari daftar tempat yang membuat kita bersukacita saat datang ke sana! Mengapa? Karena di rumah Tuhanlah, kita dapat “berjumpa” dengan Tuhan, yang dapat memberi kelegaan dan penghiburan yang sejati, lebih dari yang dunia tawarkan! –GHJ/www.renunganharian.net

JIKA AJAKAN KE RUMAH TUHAN TAK LAGI MEMBUAT KITA BERSUKACITA,
ADA YANG KELIRU DALAM DIRI KITA!