Anak Istimewa

Ada sukacita yang sangat besar ketika orang yang kita cintai pulang kembali dan menyesali kesalahan dan memutuskan untuk menunjukan sikap dan perbuatan kearah yang lebih baik, perubahan sikap inilah tentunya merupakan suatu kabar baik yang menyejukan hati bagi keluarga besar.

Bacaan Firman Tuhan hari ini menggambarkan kehadiran Tuhan bagai sosok seorang ayah yang penuh belas kasih kepada anak-anaknya. Seorang ayah yang selalu siap menanti anaknya untuk pulang ke rumah tatkala sang anak sudah lama pergi meninggalkannya. Suku Efraim adalah salah satu dari kedua belas suku Israel yang dikasihi Tuhan, namun karena pemberontakan mereka kepada Tuhan, maka sebagai teguran, mereka diijinkan untuk berada di pembuangan. Namun karena anugerah Allah mereka dibawa pulang ke Yerusalem. Tujuan penghukuman Allah tidak dimaksudkan untuk menghancurkan kehidupan umat melainkan agar umat menyadari kesalahan yang telah dilakukan dan akhirnya bertobat dan mendapat anugerah Allah. Anugerah berarti menerima sesuatu yang sebenarnya tidak layak untuk diterima. Tetapi karena kasih Allah, maka umat Israel dilayakan untuk menikmati janji Allah. Penginjil Lukas juga menyaksikannya bagi kita seperti seorang anak yang telah pergi jauh dari rumah ayahnya, namun akhirnya kembali dengan merasa dirinya sudah tidak layak lagi disebut anak, karena perbuatannya. Namun dihadapan ayahnya, ia tetap merupakan anak yang istimewa, tanpa melihat latarbelakang perjalanan kehidupan yang dilalui. Karena hati sang ayah yang penuh belas kasihan, anaknnya disambut dan dipakaikan jubah yang terbaik serta cincin di tangannya.

Kedua bacaan hari ini mengajarkan kepada kita bahwa Allah selalu rindu untuk melihat kita sebagai anak-Nya berjalan dalam kehendak-Nya. Namun sebagai anak, terkadang kita berusaha untuk mencari kemandirian hidup di luar rangkulanNya. Tetapi ingatlah bahwa di luar Allah, tidak akan ada kenyamanan hidup dan akan berakhir dengan penyesalan. Namun Allah selalu menanti kita untuk kembali kepada-Nya. ( FAO )

 

Bacaan Alkitab: Yohanes 18: 33-38; 1 Timotius 5: 17-25

Doa: Ya Tuhan, terimakasih karena anugerah-Mu kami dilayakan untuk menikmati kasih Kristus dalam hidup ini. AMIN.