Adakah Otoritas?

Keraguan dapat hadir di mana-mana seperti virus atau racun yang mencemari. Menyusup di sela-sela kepercayaan dan kepatuhan. Ketika orangtua percaya pada Tuhan dan melayani-Nya, salah seorang anak mereka meragukan eksistensi Tuhan. Di tengah kehidupan yang tenang, datanglah petaka yang membuihkan ombak keraguan. Tatkala manusia pertama hidup dalam persekutuan yang harmonis dengan Allah, ular membisikkan keraguan di hati Hawa.

Menjelang kenaikan-Nya ke surga, Tuhan Yesus mengumpulkan para pengikut-Nya di bukit Zaitun (ay. 16). Di tengah kumpulan mereka yang menyembah-Nya, ada beberapa orang yang ragu-ragu (ay. 17). Salah satu sumber keraguan itu adalah pertanyaan tentang otoritas. Benarkah di balik kehidupan yang penuh misteri ini ada otoritas? Apakah di balik kehidupan yang sulit ditebak dan tak jarang terlihat kacau ini ada otoritas yang mengaturnya? Ada Allah yang berdaulat? Yesus meneguhkan kepada murid-murid-Nya bahwa Dia bukan manusia biasa atau hantu. Sebaliknya, Dia adalah Tuhan yang bangkit dan menang atas maut, dan kini telah diberikan otoritas tertinggi oleh Bapa di surga (ay. 18).

Kita pun tak bebas dari keraguan yang menyusup di kedalaman hati. Iman tak mati dalam sekejap, tetapi secara bertahap dikikis oleh keraguan. Jangan biarkan itu terjadi, baiklah kita tetap percaya, Dia berdaulat atas segalanya. Surga dan bumi ada di dalam kendali-Nya. Percayalah, segala kejadian melayani rancangan dan titah agung-Nya. –PAD/www.renunganharian.net

JIKA KITA PERCAYA BAHWA YESUS ADALAH TUHAN, PERCAYALAH ATAS OTORITAS-NYA ATAS SEGALA SESUATU DI SURGA DAN DI BUMI.