Ada Tertulis

Dalam salah satu episode film seri Criminal Mind, agen federal Jason Gideon menyelidiki kasus pembunuh berantai yang menggunakan ayat-ayat Kitab Suci untuk membenarkan tindakannya. Penjahat psikopat ini berdalih melakukan semuanya karena “diperintahkan Tuhan”. Ketika rekan satu timnya bertanya, mengapa dirinya tampak susah, Gideon menjawab, “Aku memang susah. Aku capek melihat orang-orang yang menggunakan agama untuk membenarkan tindakannya.”

Saat melawan godaan Iblis, Tuhan Yesus menangkis serangannya dengan kutipan Kitab Suci, “Ada tertulis…” (ay. 4, 8). Dua kali serangan Iblis gagal. Ketika melancarkan serbuan ketiga, ia memakai kutipan Kitab Suci yang bersumber dari Mazmur 91:11- 12 (ay. 10-11). Taktik ini pun gagal. Namun, kita tahu Iblis secara licik dapat menggunakan kutipan Kitab Suci untuk mencelakakan. Entah dengan mengubah sebagian teksnya, memelintir maknanya, atau mengutipnya persis tetapi demi kepentingan dan tujuan yang berbeda.

Bijaksanalah kala menerima atau memakai pesan dari ayat Kitab Suci. Mengutipnya tak menjamin seseorang benar. Banyak kejahatan dan penipuan dibalut ayat-ayat suci. Kutipan Kitab Suci sering menjadi kedok kemunafikan, kebohongan, dan senjata pembenaran diri. Kutipan Kitab Suci baru bermakna jika bertujuan menyingkapkan kebenaran, bukan menutupinya. Untuk menegaskan iman kepada Tuhan, bukan menggunakan nama Tuhan demi keuntungan pribadi. Bukan untuk mengelabui atau berniat menjatuhkan orang, melainkan demi membangun imannya. –PAD/www.renunganharian.net

FIRMAN TUHAN ADA DI HATI UNTUK DILAKUKAN BAGI KEMULIAAN-NYA,
BUKAN SEKADAR DI MULUT UNTUK DIMANFAATKAN BAGI DIRI SENDIRI.